Jeritan meminta pertolongan terus bergema karena ternyata pintu gerbang tersebut dalam kondisi tertutup dan menjebak mereka semua.
“Mas.. tolong mas, kami ga bisa keluar ini mas,” terdengar teriakan dari dalam gerbang yang mulai menyayat hati Eko.
“Ada gas air mata juga di dalam,” sahut yang lainnya.
Setelah berhasil menyelamatkan beberapa suporter di pintu 10, Eko dan beberapa Aremania lainnya bergegas menujua ke pintu lainnya.
Ia menemukan hal yang mengerikan ketika tiba di pintu 13, dihadapannya terlihat perempuan, laki-laki bahkan anak-anak yang semuanya adalah rekan suporter Aremania berdesakan terperangkap.
Pintu keluarnya terkunci rapat, terdengar dari dalam stadion suara tembakan gas air mata yang ditujukan kea rah masih belum berhenti.
Mereka benar-benar terjebak. Kala mereka ingin keluar namun pintu terkunci dan saat ingin mencoba ke arah lapangan gas air mata juga mengepul menutupi tribun ditambah lampu stadion dimatikan oleh pihak panitia pelaksana.
Eko melihat perjuangan rekannya untuk keluar dengan mencoba menjebol dinding semen agar bisa segera keluar, namun tetap sia-sia karena mereka juga sudah dalam keadaan lemas.
Artikel Terkait
Polisi Berhasil Tangkap Komplotan Copet yang Sering Resahkan Suporter di Kanjuruhan
Bertambah Jadi 153 Orang Tewas, Ini Rincian Lokasi Meninggalnya Korban Tragedi Kanjuruhan
Banyak Korban Berjatuhan di Stadion Kanjuruhan, Dilaga Arema vs Persebaya Ini Penyebabnya
Efek Samping Mematikan Gas Air Mata, Diduga Penyebab Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang
Insiden Kanjuruhan: Total 125 Jiwa Bukan 174 Jiwa, Simak Penjelasannya!