Storyjatim.com - Sabtu (1/10) kericuhan di Stadion Kanjuruhan pecah saat pertandingan Arema kontra Persebaya selesai dengan kemenangan tim bajul ijo 2-3.
Banyak spekulasi yang menyebutkan bahwa di dalam stadion para Aremania mencoba menyerang pemain dan suporter lawan.
Namun hal tersebut dibantah oleh kordinator suporter Bonek Mania (julukan suporter Persebaya), Husin Ghazali, pihaknya memastikan tidak ada suporter Persebaya yang ke stadion saat pertandingan sabtu malam.
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Malang Jadi Sorotan Dunia, Pep Guardiola Manager Manchester city : Ini Mengerikan
“Kalau Arema jadi tuan tumah, maka Bonek sepakat tidak datang. Begitu juga sebaliknya, kalau Persebaya tuan rumah aremania juga tidak datang ke Surabaya. Itu sudah jadi kesepakatan bersama kedua belah pihak,” ujar Husin kepada wartawan yang meliput di Surabaya Minggu (2/10).
Cerita Aremania yang Berada Dalam Stadion
“Saya berada di luar Stadion waktu itu sedang memesan kopi. Tak lama setelahnya saya dengar suara seperti senapan dan ramai dari dalam stadion mas, tapi saya juga ragu mas soalnya cuma ada Aremania di dalam stadion,” ujar Eko.
Pria yang juga Aremania itu sejatinya sudah membeli tiket untuk menonton dari dalam, tapi ia urungkan dan memilih untuk melihat diluar sambil membeli kopi di area dekat pintu tribun 10 Stadion Kanjuruhan.
Keterkejutan Eko bertambah saat ia mendengar jeritan orang meminta tolong dari arah pintu tribun di dekatnya. Ketika mendekat kea rah pintu dilihatnya seorang perempuan yang sudah lemas dan kemudian pingsan.
Artikel Terkait
Polisi Berhasil Tangkap Komplotan Copet yang Sering Resahkan Suporter di Kanjuruhan
Bertambah Jadi 153 Orang Tewas, Ini Rincian Lokasi Meninggalnya Korban Tragedi Kanjuruhan
Banyak Korban Berjatuhan di Stadion Kanjuruhan, Dilaga Arema vs Persebaya Ini Penyebabnya
Efek Samping Mematikan Gas Air Mata, Diduga Penyebab Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang
Insiden Kanjuruhan: Total 125 Jiwa Bukan 174 Jiwa, Simak Penjelasannya!