Gubernur Jabar KDM Kaget, Ternyata Air AQUA Diambil Dari Sumur Bor Bukan Air Pegunungan

photo author
Abdul Konik, Story Jatim
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 15:44 WIB
Dedi Mulyadi Saat Sidak di Pabrik Aqua Subang, Air diambil Dari Sumur Bor
Dedi Mulyadi Saat Sidak di Pabrik Aqua Subang, Air diambil Dari Sumur Bor

Baca Juga: Hari Santri Nasional, Bupati Ipuk: Santri Penjaga Kemerdekaan dan Penggerak KemajuanStoryjatim.comGubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengaku terkejut setelah mengetahui bahwa sumber air minum merek Aqua ternyata berasal dari sumur bor dalam, bukan dari mata air pegunungan seperti yang selama ini dipercaya masyarakat.

Hal itu terungkap saat Dedi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik Aqua di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Awalnya, sidak dilakukan untuk meninjau penggunaan kendaraan besar yang dinilai menyebabkan jalan cepat rusak. Namun, temuannya justru mengarah pada sumber air produksi Aqua.

Air Aqua Ternyata dari Sumur Kedalaman Ratusan Meter

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube miliknya pada Kamis (23/10/2025), Dedi terlihat terkejut setelah mendengar penjelasan dari pihak perusahaan.

“Ini ngambil airnya dibor? Nggak akan ngefek sama pergeseran tanah?” tanya Dedi heran.


Ia menambahkan bahwa selama ini publik mengenal Aqua sebagai air dari mata air alami.


“Dikira ini air permukaan, air permukaan itu air sungai atau air dari mata air. Jadi ini bukan air mata air ya? Jadi, kategorinya sumur pompa dalam,” imbuhnya.

Baca Juga: Momen Hari Santri, Bupati Ipuk Salurkan Insentif untuk 14 Ribu Guru Ngaji

Menurut penjelasan pihak Aqua, sumur yang digunakan memiliki kedalaman bervariasi, mulai dari 60 meter hingga lebih dari 130 meter. Di lokasi yang dikunjungi, salah satu sumber air bahkan mencapai 132 meter.

Pihak Aqua Klaim Aman dan Tidak Pengaruhi Pergeseran Tanah

Menanggapi kekhawatiran Gubernur, pihak Aqua menegaskan bahwa pengeboran sumur dalam tidak berdampak pada pergeseran tanah di wilayah tersebut.
“Posisi sumur kami berdampingan dengan sumber PDAM Subang. Kami juga bekerja sama dengan UGM untuk studi dan pemetaan posisi air bawah tanah,” jelas perwakilan Aqua.

Meski begitu, Dedi Mulyadi tetap menyoroti pentingnya kajian lingkungan secara menyeluruh, terutama terkait potensi longsor dan pergeseran tanah di kawasan pegunungan.

“Saya nggak nuduh, tapi ini penting untuk penelitian lebih lanjut. Jadi, semua daerah di Jawa Barat ternyata air tanah, ya,” kata Dedi.

Aqua Jelaskan Sumber Airnya dari Akuifer Dalam

Dalam keterangan resminya, Aqua menyebut bahwa air yang digunakan berasal dari lapisan akuifer dalam di kawasan pegunungan vulkanik. Lapisan tersebut memiliki pelindung alami sehingga air tetap murni dan tidak terkontaminasi aktivitas manusia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Konik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Evaluasi Seluruh Direksi BUMN

Selasa, 29 April 2025 | 18:46 WIB

Sah, Menhan Lantik Deddy Corbuzier Sebagai Stafsus

Selasa, 11 Februari 2025 | 19:06 WIB
X