Ke SMA Miftahul Ulum Labanasem, Bawaslu Banyuwangi Konsolidasi Demokrasi Bagi Pemilih Pemula

photo author
Moh. Hasbi, Story Jatim
- Kamis, 16 Juli 2026 | 18:28 WIB
Dalam upaya meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda, kegiatan **Konsolidasi Demokrasi untuk Pemilih Pemula** digelar di **SMA Miftahul Ulum**. Kegiatan ini dihadiri oleh **Pak Untung Apriliyanto, S.TP.** beserta jajaran staf sebagai narasumber.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda, kegiatan **Konsolidasi Demokrasi untuk Pemilih Pemula** digelar di **SMA Miftahul Ulum**. Kegiatan ini dihadiri oleh **Pak Untung Apriliyanto, S.TP.** beserta jajaran staf sebagai narasumber.

Storyjatim.com - Dalam rangka meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda, Bawaslu Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi untuk Pemilih Pemula di SMA Miftahul Ulum Labanasem, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

Kegiatan ini menghadirkan Anggota Bawaslu Kabupaten Banyuwangi Untung Apriliyanto, S.TP. bersama jajaran staf sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pendidikan politik bagi pemilih pemula perlu diberikan sejak dini, meskipun Pemilu berikutnya baru akan dilaksanakan pada 2029.

Menurut Untung, pemilih pemula adalah warga negara yang pada hari pemungutan suara telah berusia 17 tahun atau sudah pernah menikah. Kelompok ini dinilai strategis karena pada Pemilu dan Pemilihan 2024 jumlahnya mencapai sekitar 35–40 persen dari total pemilih. Oleh karena itu, pemilih pemula diharapkan dapat menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

"Pemilih pemula adalah warga negara Indonesia yang pada hari pemungutan suara telah berusia 17 tahun atau sudah pernah menikah. Kelompok ini memiliki peran yang sangat strategis karena pada Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 jumlahnya mencapai sekitar 35–40 persen dari total pemilih. Oleh karena itu, pemilih pemula diharapkan mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab,"paparnya.   

Ia juga menjelaskan bahwa pemilu bukan sekadar proses memilih pemimpin, melainkan bagian penting dari pembangunan bangsa. Para peserta diajak memahami pentingnya menolak politik uang, tidak menyebarkan hoaks, turut mengawasi jalannya pemilu, serta melaporkan dugaan pelanggaran.

Pada sesi tanya jawab, narasumber menjelaskan tahapan pemilu, cara memilih pemimpin yang amanah, serta perbedaan tugas KPU, Bawaslu, dan DKPP. Melalui kegiatan ini, diharapkan pemilih pemula semakin aktif berpartisipasi dalam mewujudkan demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas pada Pemilu 2029.

"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi aktif pemilih pemula sehingga mampu menjadi bagian dari terwujudnya demokrasi yang berkualitas, jujur, adil, dan berintegritas pada Pemilu 2029 mendatang,"tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Hasbi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X