Seorang Aremania lainnya bernama Dadang Hermawan bercerita kondisi sesungguhnya yang berada di dalam stadion.
Ia bersumpah bahwa tidak ada niat menyerang pemain Persebaya ataupun suporter lawan karena memang Bonek Mania tidak hadir dalam laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan.
“Setelah wasit meniup peluit akhir pertandingan memang ada dua teman dari sektor Timur turun namun tidak menyerang pemain Persebaya karena mereka sudah masuk ke ruang ganti,” ujarnya.
Ia juga menyebut tak ada niat buruk atau berbuat rusuh dari Aremania yang turun, mereka hanya ingin ke tempat manajemen dan pemain Arema untuk menyalami serta memberikan semangat.
Seketika mereka langsung diarahkan untuk segera naik kembali ke tribun oleh petugas keamanan, tapi Aremania di tribun Utara turun karena mengira ada keributan antara petugas dengan kawannya itu.
“Spontan turun, dikira gegeran mas,” tutur Dadang.
Tak lama petugas merespon dengan represif. Tak hanya mengamankan dengan tameng dan sejanta tumpul, mereka juga menembakan gas air mata kea rah tribun penonton.
“Mereka yang di tribun panik kemudian menyusul turun tidak berniat menyerang petugas namun hanya berusaha menyelamatkan diri dari gas air mata,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Polisi Berhasil Tangkap Komplotan Copet yang Sering Resahkan Suporter di Kanjuruhan
Bertambah Jadi 153 Orang Tewas, Ini Rincian Lokasi Meninggalnya Korban Tragedi Kanjuruhan
Banyak Korban Berjatuhan di Stadion Kanjuruhan, Dilaga Arema vs Persebaya Ini Penyebabnya
Efek Samping Mematikan Gas Air Mata, Diduga Penyebab Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang
Insiden Kanjuruhan: Total 125 Jiwa Bukan 174 Jiwa, Simak Penjelasannya!