Storyjatim.com- Gas air mata menjadi penyebab dari tragedi kerusuhan di stadion Kanjuruhan Malang.
Gas air mata yang dilepaskan oleh aparat kepolisian untuk meredam kerusuhan berakibat fatal, hingga merenggut nyawa ratusan korban jiwa.
Gas air mata tersebut telah menelan korban kurang lebih 170 nyawa dari suporter Arema.
Baca Juga: Kesaksian Suporter Arema Saat Nonton Di Tribun VIP, Begini Yang Sebenarnya
Lantas apa efek samping gas air mata hingga menyebabkan kematian tersebut? Berikut ini penjelasannya yang dikutip oleh storyjatim.com dari Youtube Voidotid.
Gas air mata menjadi senjata andalan polisi untuk membubarkan massa yang ricuh
Lalu zat apa yang terkandung dalam gas tersebut? Dan seberapa bahaya bagi tubuh?
Pada 1928 dua orang ahli kimia asal Amerika Serikat bernama Ben Corson dan Roger Stoughton berhasil mensintesiskan senyawa O-Chlorobenzalmalononitrile.
Pada saat itulah CS gas atau yang lebih dikenal sebagai gas air mata pertama kali dibuat.
Artikel Terkait
Jumlah Korban Meninggal Dunia Akibat Kericuhan di Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya
Usai Kericuhan di Laga Arema FC vs Persebaya, Niat Ucapkan Belasungkawa PSSI Malah Tuai Cibiran dari Netizen
Korban Terus Bertambah! Kericuhan Dilaga Arema Vs Persebaya Sudah Memakan 129 Korban Jiwa
Bertambah Jadi 153 Orang Tewas, Ini Rincian Lokasi Meninggalnya Korban Tragedi Kanjuruhan
Prediksi Skor Manchester City Vs Manchester United Malam Ini 2 Oktober 2022