Apa yang akan mereka lakukan, mereka akan menjawab kritik dengan intrik, argumen di balas dengan sentimen, tidak ada kasus pun di ada adakan, contoh aktivis yang handphonenya tiba tiba di hack, kemudian berbagai upaya yang di lakukan untuk menyebar fitnah luar biasa terhadap mereka yang kritis akan kebijakan publik.
Jurus kill the messenger tersebut menjadi ampuh di era sekarang yang hidup disosial politik yang sudah tercemar oleh polarisasi, seharusnya ruang publik ketika ada pro dan kontra itu sehat karena menjadi pertarungan yang terbuka, akan tetapi hal itu menjadi tidak sehat karena sangat gampang dibelokan semata-mata itu kepentingan elektoral.
Argument yang bermutu dengan sentimen yang tidak bermutu bisa di masukan ke keranjang yang sama, semua di permak sebagai aktivitas dukung mendukung elektoral, jika mendukung ini dianggap ada kepentingan, jika mendukung KPK dianggapnya begini begitu, sehingga pro kontra yang seharusnya sehat, karena polarisasi yang sangat tebal maka di anggap hanya kegiatan elektoral semata.
Menurut bang Faisal dalam diskusi daring di KPK, Oligarki kerap bermain di ruang-ruang gelap maka dari itu perlu di buat terang, dengan cara membuatnya terang maka peran media harus benar benar di asah independensi nya di sini.
(Penulis : Abdul Konik )
Artikel Terkait
Oase Law Firm Akan Dampingi Mahasiswa Jika Ada Tindak Pidana Terkait Aksi Penolakan Kenaikan Harga BBM
Bagaimana Menjaga Hati Menurut Ajaran Islam?
Kapan JFW diselenggarakan? Simak Tanggal dan Tempatnya!
Sejarah Kelam Organisasi Wanita GERWANI Pasca G30S PKI, Dari Pergerakan Hingga Pembasmian
Nikita Mirzani Kembali Berulah Kali Ini Nyinyir Najwa Shihab