Bagaimana Menjaga Hati Menurut Ajaran Islam?

photo author
Tim Story Jatim 03, Story Jatim
- Sabtu, 17 September 2022 | 19:57 WIB
Bagaimana Menjaga Hati Menurut Ajaran Islam? (Pixabay)
Bagaimana Menjaga Hati Menurut Ajaran Islam? (Pixabay)

STORYJATIM.COM - Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk paling sempurna dari makhluk-makhluk yang Allah ciptakan lainnya. Bagaimana tidak manusia sejatinya telah Allah berikan akal budi untuk menjadi panduan bagi manusia dalam menimbang baik buruk segala sesuatu.

Selain akal budi, Allah juga menciptakan manusia dengan sedemikian rupa yang sempurna. Diantaranya adalah jasmani yang terdiri dari anggota badan seperti mata. Maka dengan adanya jasmani selanjutnya Allah hadirkan jiwa didalamnya sebagai unsur penghubung antara badan dan ruh manusia. Dalam jiwa seseorang Allah membagi 3 bagian, yang pertama adalah akal, kedua, hati, ketiga nafsu.

Dalam hal ini hati yang dimaksud adalah batin, ia merupakan bagian yang bertanggung jawab dalam mendorong, mengawal, dan mengendalikan anggota badan dan jiwa seseorang. Tempat segala rasa berada. Hati yang bersih juga akan memberi dampak baik bagi seluruh anggota tubuhnya. Sebaliknya, jika hati telah rusak, tentu rusak pula seluruh anggota tubuhnya.

Baca Juga: Khutbah Jumat Terpopuler Kaum Liberal Perusak Fitrah

Sebagaimana disampaikan dalam hadits tentang hati yang dikutip dari buku Perigi Hati oleh Faisal, Rasulullah SAW bersabda.

“Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh ini ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh dan jika rusak, maka rusaklah seluruh anggota tubuh. Ketahuilah ia adalah hati.” (HR. Al-Bukhari)
Lantas bagaimana caranya menjaga hati? Berikut ini beberapa cara menjaga hati menurut Islam.

Selalu Ingat Kepada Allah SWT
Selalu ingat kepada Allah dapat dilakukan dengan shalat lima waktu, shalat dhuha sampai sholat tahajud. Seseorang yang hatinya baik maka baik pula amalannya.

Menjaga hati mulai dengan menjaga sholat lima waktu. Allah SWT berfirman:
اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
“Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Al-Ankabut: 45)

Belajar Mengalahkan Hawa Nafsu dan Amarah Dengan Puasa
Setiap orang pasti memiliki perasaan yang negatif, amarah, dengki, iri, dendam dan lain sebagainya. Sering kali mereka melakukan tindakan tersebut dengan tanpa pertimbangan terlebih dahulu, nafsu sering mengalahkan kewarasan mereka. Maka dari itu, cobalah memulai mengendalikan emosi dengan berpuasa sunah dan puasa wajib Ramadhan. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

"Wahai Rasulullah, berwasiatlah kepadaku. Lalu Rasulullah bersabda, "Janganlah kamu marah!" Beliau mengulanginya berkali-kali, lalu bersabda, "Janganlah kamu marah." (HRBukhari)

Baca Juga: Bingung Cara Menjemput Hidayah? Simak Penjelasannya!!

Memaafkan Kesalahan Orang
Mungkin banyak orang disekitar kamu berbuat kesalahan, entah itu dilakukan dengan sengaja atau tidak disengaja dan memaafkan orang lain bisa dibilang menjadi hal yang sangat berat untuk dilakukan. Jika kamu ingin menjaga hati, maka kamu juga perlu belajar memaafkan orang lain. Sebagaimana Allah SWT berfirman:
خُذِ الۡعَفۡوَ وَاۡمُرۡ بِالۡعُرۡفِ وَاَعۡرِضۡ عَنِ الۡجٰهِلِيۡنَ
“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS.Al-A’raf:199).

Diam atau Berkatalah Jika Itu Baik
Berlebihan dalam berbicara membuat seseorang sengaja menutupi apa kata hatinya. Maka dari itu Islam menganjurkan untuk memperbanyak diam dibanding banyak berbicara. Imam Al-Jalil Muhammad bin Abi Zaid mengatakan bahwa bawah Ketika seseorang tidak dapat berkata baik maka diam adalah jalan keluar yang baik. Perilaku ini termasuk kedalam empat etika kebaikan yang sangat utama dalam Islam.

Sebagaimana sabda Rasul:
”Diam itu adalah perhiasan bagi orang ’Alim dan selimut bagi orang bodoh.” (HR. Abu Syaikh, dari Muharriz)

Bermuhasabah diri (mengoreksi diri)
Bermuhasabah diri dapat dilakukan dengan amalan-amalan seperti bertaubat, perbanyak dzikir dan mengoreksi kekurangan pada diri sendiri. Muhasabah berfungsi untuk memperbaiki diri, melatih serta membersihkan hati.

Sebagaimana Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS.Al-Hasyr:18).

Nah itu tadi beberapa cara menjaga hati menurut Islam. Semoga kita semua termasuk orang yang mau belajar untuk lebih baik lagi perihal menjaga hati dan Istiqomah di dalam kebaikan. Aamiin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Konik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kick Off HSN 2025, Banyuwangi Canangkan Pesantren Aman

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:21 WIB

Ulasan Lengkap Biografi 4 Wanita Penghulu Surga

Minggu, 30 Juli 2023 | 21:36 WIB

Khutbah Jumat Terpopuler 'Iman Kepada Allah SWT'

Sabtu, 29 Juli 2023 | 20:59 WIB

Terpopuler

X