Secara makro oligark bisa membiayai partai politik yang pro oligark atau minimal tidak anti oligark, dunia politik adalah wilayah yang berbahaya dan penuh resiko bagi oligark, kadang kadang oligark bisa membantu figur partai yang kurang hebat, oligark punya dua strategi, mencoba membantu kepada partai yang baik kepada oligark, tapi juga membantu sedikit kepada orang yang hanya bilang “OK” saja, yang lebih dahsyat lagi bahwa oligark bisa saja tiba tiba launching partai politik sendiri, dan berkompetisi didalam Pilpres.
Demokrasi dan oligarki adalah suatu sistem yang berbeda dan basis kekuatannya juga berbeda, konsentrasi kepada uang adalah basis oligarki, sedangkan demokrasi basisnya adalah hukum, kampanye dan kebebasan besuara dengan kesetaraan yang tinggi, dua sistem ini berbeda akan tetapi berjalan secara bersamaan.
Oligarki sendiri sebenarnya tidak begitu penting dengan kekuasaan dan siapa yang berkuasa, dari partai mana dan suku apa, yang paling mendasar adalah bagaimana caranya kekuasaan bisa melindungi dan mempertahankan aset dan kekayaan mereka, oligark akan melakukan berbagai cara untuk mempertahankan termasuk dengan sistem demokrasi.
Di mana hubungan oligark sangat dekat dengan kandidat sedangkan para voters sendiri terlalu kecil hubungan dengan kandidat yang akhirnya nanti masuk kedalam lembaga publik, jadi kuantitas partisipasi di bilik suara tidak berbanding lurus dengan kulitas partisipasinya.
Kita bisa pilih kandidat sesuka kita, tapi kita tidak memiliki kontrol atas sikap politik yang akan di ambil oleh kandidat yang sudah di pilih dan masuk ke lembaga publik, contohnya sudah bertebaran jika aspirasi publik bertepuk sebelah tangan didalam kantor publik demokrasi resmi kita, contoh yang paling nyata adalah revisi undang-undang KPK yang sedihnya lagi partisipasi politik yang sudah kita pilih justru di peralat untuk melegitimasi pilihan-pilihan yang di ambil oleh oligark untuk mempertahankan kekayaan mereka.
Argumen yang sering muncul biasanya dengan kata kata SAYA DI PILIH RAKYAT, SAYA MENANG KONSTITUEN, SAYA MENANG PEMILU, DAN DEMI KEPENTINGAN RAKYAT, ini sebagai contoh bagaimana partisipasi politik kita di gunakan untuk melegitimasi untuk mengambil keputusan keputusan di lembaga demokrasi yang tidak jarang bertentangan dengan kepentingan publik.
Ketika mereka sudah berhasil menguasai lembaga publik, ketika pemilu menghasilkan kandidat yang juga di dukung oleh oligark, mereka akan menyebrang mengendalikan ruang publik biasanya ini adalah ruangan turunanya, ruang publik berusaha di kendalikan ini akan menjadi lebih mudah, karena mereka memiliki akses akses yang lebih luas, dan tidak akan melakukannya sendiri, ada hulu balang ada kerani ada para bazer yang tugasnya mendistorsi dan manipulasi ruang publik, sehingga jurus utamanya adalah KILL THE MESSENGER, sasarannya adalah biasanya bisa saja aktivis, NGO, bisa juga media yang kritis dan Mahasiswa.
Artikel Terkait
Oase Law Firm Akan Dampingi Mahasiswa Jika Ada Tindak Pidana Terkait Aksi Penolakan Kenaikan Harga BBM
Bagaimana Menjaga Hati Menurut Ajaran Islam?
Kapan JFW diselenggarakan? Simak Tanggal dan Tempatnya!
Sejarah Kelam Organisasi Wanita GERWANI Pasca G30S PKI, Dari Pergerakan Hingga Pembasmian
Nikita Mirzani Kembali Berulah Kali Ini Nyinyir Najwa Shihab