"Beliau pernah di ajak ke Negeri Belanda, pulang dari sana, mendapatkan gelar dan jabatan, jabatanya bukan hanya untuk beliau, tapi untuk bersaudara," Katanya.
Diketahui Mbah Yasin adalah bangsawan dari Jawa yang bersahabat dengan Ros Taylor yang merupakan pengusaha dari Skotlandia sekaligus pendiri perkebunan Glenmore.
Iqbal Fardian seorang penulis buku mengatakan bahwa Mbah Yasin adalah seorang wedono (Petinggi Daerah) di Bulang Sidoarjo, dulu Mbah Yasin adalah yang menentang keras kebijakan dari pemerintah Belanda di bidang pertanian.
"Mbah Yasin adalah sosok pahlawan tani, beliau menentang keras kebijakan pemerintah Belanda tentang kebijakan tanam paksa, namun mbah Yasin harus kehilangan jabatan sebagai Wedono di Balung Sidoarjo," Jelasnya.
Namun pada saat kebijakan Liberalisasi di tanah jajahan dengan kedatangan investor investor asing yang akan membuka lahan hutan menjadi lahan perkebunan Mbah Yasin menaruh harapan besar untuk rakyat di Pulau Jawa ini agar mendapatkan kesejahteraan lebih baik dibandingkan dengan tanam paksa.
"akhirnya Mbah Yasin yang menentang kebijakan Belanda, mendampingi para Investor yang akan masuk ke Glenmore itu dan masuk ke beberapa kawasan di Banyuwangi, akhirnya beliau terlibat aktif didalam pendistribusian kawasan hutan yang sudah menjadi perkebunan yang kini di kenal sebagai Glenmore," Tukasnya.
Arti nama Glenmore sendiri berarti Bukit Besar, jika di jabarkan lebih luas, Glenmor memiliki arti daerah dataran tinggi dengan hamparan tanah luas yang memiliki kontur perbukitan.
Artikel Terkait
Peristiwa 28 September: Peringatan Hari Kereta Api Indonesia dan Sejarah Lain di Dunia
Peristiwa 30 September: Sejarah Besar Selain G30SPKI, Ada Kudeta Hingga Penemuan Galaksi!
Peristiwa 9 Oktober: Sejarah Pembantaian 10.000 Kaum Tionghoa di Jakarta dan 9 Imam Katolik Di China
Lauk Yang Sering Kita Makan Sehari hari Ternyata Mempunyai Fakta Unik, berikut Sejarah Tentang Tempe
Sejarah Terbentuknya Peringatan Hari Ayah Nasional Tanggal 12 November, Ini Presidenya