Storyjatim.com - Glenmore salah satu nama wilayah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi yang identik dengan wilayah di Eropa.
Asal Usul Glenmore sendiri tak lepas dari peran serta investor dari Eropa, tak sedikit nama nama kota di beberapa benua mempunyai nama yang sama.
Dikutip Storyjatim.com dari kanal Youtube Porto Production ada 15 tempat di 4 benua yang memakai nama Glenmore, yang paling banyak memakai nama ini di Skotlandia, Amerika, Irlandia dan di Kanada tepatnya di NovaScotia.
Baca Juga: Cerita Horor Kesaksian Warga Tentang Seorang Yang Menikah Dengan Kuntilanak Bernama Narsih Di Jawa
Arif Firmansyah seorang penulis buku mengatakan bahwa alasan di mengenai nama Glenmore di Novascotia yakni karena terdapat jejak orang Skotlandia.
"karena disetiap tempat yang menggunakan nama Glenmore terdapat jejak orang orang Skotlandia baik pengusaha, konglomerat Investor yang menanam modal di sana, atau ada jejak tentara yang memang diturunkan oleh pemerintah Skotlandia ke suatu daerah," Katanya dikutip Story Jatim pada Sabtu (26/11/2022).
Untuk mengetahui dan mengungkap asal usul nama Glenmore maka tidak hanya dari arti kata dan siapa yang pertama menggunakan, maka perlu diketahui juga dari masa kolonial, masa kemerdekaan hingga di masa sekarang.
Sejarah Glenmore dalam Politik
Kawasan Glenmore di masa kerajaan Blambangan masih sebagai hutan belantara, karena itu nama Kecamatan yang memakai nama Eropa ini tidak terekspos di cerita kerajaan Blambangan.
Setelah Belanda menerapkan politik etis liberalisasi tanah jajahan, tanah jawa kebanjiran investor asing salah satunya yakni pengusaha asal Inggris yang membuka perkebunan trebasalak, dan Investor eropa yang hendak membuka perkebunan kopi, kakao dan karet.
Nama Glenmore juga tidak terlepas dari tokoh tokoh terdahulu yang pernah ada dan membangun kota tersebut.
Seperti tokoh Jendral Latif Hendraningrat tokoh pengibar bendera merah putih pada proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah anak dari Raden Mas Said Hendraningrat yang merupakan putra pertama dari Raden Mas Panji Djoyoningrat alias Mbah Yasin.
Baca Juga: Sejarah Terbentuknya Peringatan Hari Ayah Nasional Tanggal 12 November, Ini Presidenya
menurut keterangan dari cicit Mbah Yasin, Ibu Endang Kariyana, Dikutip Storyjatim.com darj kanal Youtube Porto Production mengatakan bahwa Mbah Yasin adalah seorang penerjemah Hamengkubuwono.
Artikel Terkait
Peristiwa 28 September: Peringatan Hari Kereta Api Indonesia dan Sejarah Lain di Dunia
Peristiwa 30 September: Sejarah Besar Selain G30SPKI, Ada Kudeta Hingga Penemuan Galaksi!
Peristiwa 9 Oktober: Sejarah Pembantaian 10.000 Kaum Tionghoa di Jakarta dan 9 Imam Katolik Di China
Lauk Yang Sering Kita Makan Sehari hari Ternyata Mempunyai Fakta Unik, berikut Sejarah Tentang Tempe
Sejarah Terbentuknya Peringatan Hari Ayah Nasional Tanggal 12 November, Ini Presidenya