Storyjatim.com - Banyuwangi mempunyai tradisi endog - endogan, Tradisi unik ini digelar saat memperingati Maulid Baginda Nabi Muhammad SAW terbilang unik dan mempunyai makna tersendiri.
Dikethui konon Tradisi endog - endogan pada Maulid Nabi di Banyuwangi dimulai antara tahun 1926 oleh Mbah Yai Abdullah Fakih dari Cemoro Songgon Banyuwangi, tradisi tersebut konon mengandung makna yang dalam.
Baca Juga: Endog Endogan Tradisi Unik Warga Banyuwangi Dalam Peringati Maulid Nabi
Ribuan telur yang dihias dalam potongan bambu kecil dibungkus dengan kertas warna warni, dan dibentuk hingga menyerupai bunga. Lalu ditancapkan di batang pohon pisang atau gedebog. lemudian saat acara Maulid Nabi dilaksanakan maka telur di arak keliling kampung. Biasanya satu gedebog berisikan 80 telur.
Tak hanya itu, saat warga mengarak telur keliling kampung itu juga di iringi dengan membaca solawat nabi di Masjid.
Hal itu dilakukan untuk menghormati kelahora Baginda Nabi.
Dikutip dari beberabagai sumber adapun filosofi yang terkandung dalam tradisi endog-endogan ini yakni, telur sebagai simbol terdiri dari tiga lapis, yakni kulit, putih telur dan kuning telur.
Kulit telur diibaratkan sebagai lambang keislaman sebagai identitas seorang muslim,
Putih telur, melambangkan keimanan, yang berarti seorang yang beragama Islam harus memiliki keimanan yakni mempercayai dan melaksanakan perintah Allah SWT.
Artikel Terkait
Punya Tetangga Julid? Simak 5 Hadis Nabi Tentang Tetangga Berikut Ini
Terlalu Jenius, 5 Zodiak Ini Malah Dianggap Punya Pemikiran yang Rumit dan Merepotkan
Endog Endogan Tradisi Unik Warga Banyuwangi Dalam Peringati Maulid Nabi