Storyjatim.com - Tetangga kerap diperumpamakan sebagai saudara terdekat yang kita miliki dikarenakan tempat tinggal yang bersebelahan dan apapun yang kita lakukan hampir pasti diketahui oleh tetangga.
Semisal ada keperluan atau kesulitan apa saja di rumah, tentu tetangga adalah tujuan pertama untuk diminta bantuannya.
Namun tidak jarang juga dijumpai tetangga julid yang suka menguliti aib dari orang lain yang notabene adalah tetangganya sendiri dan kemudian menceritakannya ke orang lain yang berbeda.
Baca Juga: Bagaimana Hukum Memperingati Maulid Nabi? Simak Penjelasannya!
Sebagai muslim kita diperintahkan untuk tetap menjaga keharmonisan dalam bertetangga, bahkan perintah ini sudah diriwayatkan di dalam Hadits Nabi.
Ustadz Amien Nurhakim memberikan penjelasan yang diunggah di laman NU Online dengan membahas 9 hadits Nabi tentang tetangga.
Namun kali ini kami hanya akan mengutip 5 hadis yang cukup penting untuk diketahui dan senantiasa diterapkan dalam bertetangga.
Memuliakan Tetangga Bentuk dari Keimanan
Rasulullah Salallahu Alaihi wa Sallam adalah pribadi yang selalu berbuat baik kepada tetangganya dan hal ini juga menjadi Sunnah yang harus ditiru oleh umat Islam sebagaimana beliau bersabda:
ومَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ والْيَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جارَهُ، ومَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ والْيَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
Artinya:
Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tetangganya, dan siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya - HR. Muslim.
Tetangga Layaknya Saudara yang Punya Hak Waris
Rasulullah sering dinasehati oleh malaikat Jibril untuk senantiasa berbuat baik terhadap tetangganya. Hingga Nabi mengira bahwa tetangga merupakan orang yang juga mendapatkan warisan . Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam riwayat:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا زَالَ يُوصِينِي جِبْرِيلُ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ. رواه البخاري