Endog Endogan Tradisi Unik Warga Banyuwangi Dalam Peringati Maulid Nabi

photo author
Abdul Konik, Story Jatim
- Jumat, 7 Oktober 2022 | 16:06 WIB
Kembang endhog atau endog endogan tradisi unik Di Banyuwangi Suku Osing (Istimewa)
Kembang endhog atau endog endogan tradisi unik Di Banyuwangi Suku Osing (Istimewa)

Storyjatim.com - Banyuwangi Jawa Timur mempunyai tradisi unik dalam memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam, yakni endog endogan.

 

Peringatan hari besar Islam Maulid Nabi di Banyuwangi terbilang sangat unik, pasalnya banyak masyarakat yang membuat Kembang ndhog (Bunga Telur) atau sering di sebut endog endogan.

 

Kembang ndhog atau endog ednogan sendiri terbuat dari kertas yang dibentuk menjadi kembang dengan tangkai tusuk bambu, telur yang sudah dierbus tanpa di kupas kulitnya langsung di tusukan ke tengah tengah kembang ndhog.

 

Nantiknya kembang ndhog akan di bawa ke masjid terdekat serta membawa berkat (Nasi dan lauk pauk yang di bungkus), barulah kembang ndhog dari warga sekitar di kumpulkan menjadi satu dan di tusukan ke pelepah pisang.

 

Kemudian kembang ndhog yang terkumpul biasanya di arak (ider bumi) keliling kampung, sedangkan para tamu undangan yang di masjid serta masyarakat melantunkan kitab Berjanji.

 

Tradisi yang ada di Banyuwangi Sukj Osing ini sudah turun temurun dari jaman kerajaan islam di Bumi Blambangan.

 

Di setiap sudut Kabupaten Banyuwangi ketika acara Maulid Nabi akan mudah di temui tradisi tersebut.

 

Tradisi Kembang ndhog di bulan Maulid di Suku Osing sendiri mempunyai filosofi yang mendalam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Konik

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X