Dengan membonceng PKI, Gerwani berhasil menempatkan enam anggotanya di kursi DPR
Namun seiring berjalanya waktu nasib gerwani tak semujur sebelumnya, setelah peristiwa berdarah pada 1 Oktober atau Gestok yang terjadi pada tahun 1965, gerwani yang banyak memperjuangkan kesejahteraan perempuan dan anak anak itu harus ikut celaka karena PKI tertuduh sebagai pelaku utama GESTOK atau G30S PKI.
Secara otomatis gerwani sebagai organisasi dibawah naungan PKI ikut serta tertuduh terlibat G30S pada tahun 1965, para pimpinan GERWANI baik tingkat pusat maupun tingkat daerah langsung menjadi incaran polisi militer yang kemudian di tangkap, disiksa, hingga dibunuh.
Para anggota gerwani yang kebetulan berada dialokasi saat terjadi pembunuhan dijadikan tersangka kemudian disusul dengan kampanye Anti Gerwani yang di sebar disurat kabar.
Penangkapan serta pembasmian para pemimpin gerwani terus berlangsung sampai bulan Desember 1965.
Sebagian yang tertangkap di wilayah Jakarta dan sekitarnya langsung dijebloskan ke penjara bukit duri tanpa melalui proses peradilan.
Namun tak sedikit dari mereka yang berhasil kabir sebelum ditangkap, ditahun tahun berikutnya dakwaan gerwani beralih, mereka tidak lagi dikait kaitkan dengan peristiwa Lubang Buaya, melainkan mereka dituduh melakukan aksi mendukung pemulihan pemerintahan Sukarno sampai pada tahun 1967 ribuan anggota gerwani dipenjarakan diberbagai wilayah Indonesia.
Oleh Orde Baru Gerwani di klasifikasikan sebagai tahanan politik golongan B bersama dengan anggota Lekra dan sejumlah organisasi pelajar seperti IPPI dan CGMI.
Artikel Terkait
Mengejutkan.!! Deddy Corbuzier Berhasil Undang Bjorka Ke Close The Door, Ternyata Ini Orangnya
Serangan Bjorka Menjadi-Jadi, Begini Respon Pemerintah Indonesia
Harga BBM naik, Jokowi Instruksikan Pejabat Pakai kendaraan Listrik
Identitas Bjorka Terbongkar, Mahfud MD: Sudah Terlacak Alat