STORYJATIM.COM- kasus pembunuhan Brigadir Yoshua yang terjadi di rumah Irjen Ferdy Sambo FS masih menyisakan misteri yang belum terpecahkan.
Proses penyelidikan masih terus berlanjut untuk menemukan kebenaran tentang kejadian dan motif sebenarnya dari Ferdy Sambo FS
Meskipun Ferdy Sambo FS dan BHarada E telah mengakui penembakan tersebut, namun masih terdapat misteri dan pengakuan yang berbeda diantara keduanya.
Baca Juga: Sempat Ditolak! Desain Paspor Terbaru Indonesia Akhirnya Diakui oLeh Jerman
Hal ini disampaikan oleh Ketua Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Ahmad Taufan Damanik dalam sebuah wawancara.
Dikutip oleh Storyjatim dari Youtube Narasi, berikut ini pengakuan yang disampaikan oleh FS dan Bharada E
"Komnas HAM telah memeriksa banyak ajudan (ADC) dan beberapa petugas sipil yang bekerja di rumah Irjen Ferdy Sambo selama ini, kemudian Irjen Ferdy Sambo dan beberapa saksi sudah dimintai keterangan," ungkak Ahmad Taufan.
"apakah anda FS mengakui, anda yang merekayasa semua ini?, FS mejawab : Pak sudah, saya akui semua pak, memang saya yang merekayasa, saya otakny," lanjut ketua Komnas HAM tersebut.
FS (Ferdy Sambo) pada intinya mengakui dua hal, pertama FS mengakui sebagai otak penembakan yang mengakibatkan kematian Brigadir Yoshua.