Dikatakan Michael bahwa saat Anies berkunjung ke Banyuwangi pada beberapa waktu lalu sempat melontarkan bisikan jika AHY akan menjadi Cawapres.
Namun, ditengah perjalanan tiba tiba Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memutuskan Muhaimin Iskandar Ketua Umum PKB sebagai Cawapres Anies, hal itu tanpa diketahui oleh Demokrat.
"Seharusnya kan sesuai aturan dengan ketentuan koalisi. Siapa calon-calonnya, itu yang ditentukan. Kan tidak ada Muhaimin, tidak ada PKB," tukas Michael.
Atas keputusan tersebut, Demokrat Banyuwangi mengungkapkan kekecewaannya. Michael menilai Anies telah berkhianat terhadap Partai Demokrat.
"Saya sendiri tahu itu adalah pengkhianatan. Pantas kader-kader Partai Demokrat semua di seluruh Indonesia marah," ucapnya.
Menurut Michael, Partai Demokrat memilih presiden yang komitmen. Makanya, Demokrat akan meninggalkan orang yang tidak memiliki komitmen.
"Sebelum jadi presiden saja tidak komitmen. Terus untuk apa kita pilih? Kalau tidak komitmen untuk apa diteruskan. Ketua Partai Demokrat memilih presiden yang komitmen," tegasnya.
Artikel Terkait
Benarkah!! PDI-P Bentuk Dewan Kolonel, Misinya: Dongkrak Puan untuk Pilpres 2024
Beredar Kabar PDI Perjuangan Deklarasikan Ganjar - Ahok Maju Pilpres 2024? Ini Faktanya
Begini Sosok Ganjar Pranowo Di Mata Dr Hary Priyanto : Capres Petugas Partai!! Bagus Ada Yang Kontrol
Moeldoko Berkunjung Ke Banyuwangi Tuai Kontroversi, Kader Kebal Demokrat Siap Hadang Perusak Partai
DPD NasDem Banyuwangi Berikan Edukasi Politik : Peserta Pemilu Adalah Partai Bukan Caleg Secara Personal
Kuasai Suara Parlemen, Membuat Capres Ini Unggul, Media Asing Soroti Potensi Partai Pragmatis
Peta Suara Di Parlemen, Capres Ini Unggul Setelah Dua Partai Ini Berkoalisi