Storyjatim.com - Aksi kekecewaan Partai Demokrat di Kabupaten Banyuwangi dengan mencopot semua banner dan Baliho Capres bergambar Anies Baswedan.
Hal itu bentuk sikap Demokrat Banyuwangi yang kecewa atas keputusan sepihak Partai Nasdem yang menggandeng Cak Imin Ketua Umum PKB sebagai Cawapres untuk mendampingi Anies Baswedan di Pemilu 2024 nanti.
Diketahui Barisan partai pengusung Anies Baswedan berada di Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) termasuk Demokrat yang mengharapkan AHY sebagai Cawapres, namun ternyata pihak Nasdem memilih Cak Imin sebagai Cawapres.
Baca Juga: 5 Cara Menghilangkan Ketombe Secara Alami Hasil Permanen, Nomor 3 Paling Di Lewatkan
Seperti yabg disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi Michael Edy Hariyanto Bahwa yang seharusnya menjadi pendamping Anies Baswedan itu adalah AHY.
"Secara tiba tiba ada PKB, yang di rekom menjadi Cawapres, Sebelumnya tidak pernah berbicara kepada kita, karena keputusan sepihak itu, saya Ketua DPC Demokrat bagaimanapun sempat ikut marah. Jadi saya perintahkan semua gambar-gambar yang ada Anies copot," Katanya. (01/09/2023).
Gambar dan Baliho Anies Baswedan di Banyuwangi diturunkan oleh DPC Demokrat Banyuwangi, hal itu bentuk Michael dalam menjaga marwah Partai kebanggaannya yang tidak ingin dipermainkan dan dikhianati.
"Tadi malam semua baliho bergambar Anies yang kita pasang langsung kita turunkan," Tambah Michael dengan Kecewa.
Michael juga mengatakan, aksi dan sikap yang dilakukan tersebut bukan karena tidak terpilihnya AHY untuk mendampingi Anies, melainkan karena tidak adanya komitmen dan sopan santu dalam berpolitik.
Artikel Terkait
Benarkah!! PDI-P Bentuk Dewan Kolonel, Misinya: Dongkrak Puan untuk Pilpres 2024
Beredar Kabar PDI Perjuangan Deklarasikan Ganjar - Ahok Maju Pilpres 2024? Ini Faktanya
Begini Sosok Ganjar Pranowo Di Mata Dr Hary Priyanto : Capres Petugas Partai!! Bagus Ada Yang Kontrol
Moeldoko Berkunjung Ke Banyuwangi Tuai Kontroversi, Kader Kebal Demokrat Siap Hadang Perusak Partai
DPD NasDem Banyuwangi Berikan Edukasi Politik : Peserta Pemilu Adalah Partai Bukan Caleg Secara Personal
Kuasai Suara Parlemen, Membuat Capres Ini Unggul, Media Asing Soroti Potensi Partai Pragmatis
Peta Suara Di Parlemen, Capres Ini Unggul Setelah Dua Partai Ini Berkoalisi