Storyjatim.com - Aksi bom bunuh diri yang menewaskan 101 orang yang akan melaksanakan sholat ashar di kota Peshawar, Pakistan pada Senin (30/1/2023) lalu masih meninggalkan duka yang mendalam.
Polisi setempat pun mendalami kasus ini dan menyebutkan bahwa ketika kejadian itu ada seorang yang diduga pelaku bom bunuh diri mengenakan seragam dan helm polisi.
Storyjatim melansir Instagram @narasinewsroom yang mengunggah video CCTV yang dirilis pada 2 Februari , memperlihatkan seorang mengendarai motor berseragam polisi tengah melewati "zona merah" yang merupakan wilayah keamanan di kompleks sekitar masjid.
Baca Juga: Korban Meninggal Bertambah Pada Insiden Serangan Bom Bunuh Diri di Pakistan
Melansir dari CNN, Ansari mengungkapkan temuan yang diduga pelaku itu didapat pasca polisi mencocokan kepala yang ditemukan di lokasi kejadian dengan rekaman CCTV.
Ia juga menduga bahwa pelaku tidak melancarkan aksinya sendiri. Namun, diduga ada jaringan di belakang pelaku.
Ada sebuah jaringan menyeluruh di belakangnya," ungkapnya.
Saat ini, pihak berwenang tengah menyelidiki lebih lanjut bagaimana aksi bom bunuh diri itu bisa terjadi di daerah yang terbilang sangat ketat penjagaannya.
Insiden itu terjadi di kawasan yang menampung biro intelijen dan kontra-terorisme, serta berbatasan dengan sekretariat daerah.
disisi lain, senior polisi mengatakan kepada AfP bahwa otoritas melakukan penyelidikan terhadap orang-orang di kompleks itu.
dugaan terdapat sebanyak 12 kilogram bahan peledak diungkapkan oleh pihak polisi, bahan peledak sebanyak itu diduga telah digunakan oleh pelaku ketika meledakkan diri dan menewaskan 101 jiwa.
Diketahui insiden terjadi ketika sekitar 400 personel tengah melaksanakan shalat ashar. Bahkan sebagian besar korban tewas adalah aparat kepolisian.
Baca Juga: Indonesia Sampaikan Belasungkawa Atas Insiden Bom Bunuh Diri Di Peshawar, Pakistan
dugaan awal pelaku pengeboman dijatuhkan kepada kelompok militan Taliban Pakistan atau Tehreek-e-Taliban (TTP) usai petingginya, Sarbakaf Mohmand dan Omar Mukaram Khurasani mengklaim bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
"Mengenai insiden di Peshawar, kami menganggap perlu mengklarifikasi bahwa Tehreek-e-Taliban Pakistan tidak ada hubungannya dengan insiden ini," kata Khorasani dalam sebuah pernyataan.
Artikel Terkait
Dugaan Bom Bunuh Diri Di Polsek Astana Anyar Bandung, Tiga Anggota Terluka
Dugaan Bom Bunuh Diri Di Polsek Astana Anyar, Pengamat Teroris : Dari Modus Dapat Di Identifikasi
Ramalan Roy Kiyoshi di Tahun 2023 Mengejutkan Semua Orang, Ada Tokoh Politik Meninggal Hingga Bom Bunuh Diri
Ngeri!! 59 Orang Tewas Akibat Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan