Baca Juga: Bertambah Jadi 153 Orang Tewas, Ini Rincian Lokasi Meninggalnya Korban Tragedi Kanjuruhan
Selain banyak orang yang terjatuh dan terinjak-injak, anak-anak pun jadi korban dari kejadian ini, banyak anak-anak yang terpisah dari orang tuanya.
Penggunaan gas air mata yang dilakukan petugas keamanan pada kericuhan di Stadion Kanjuruhan menuai kecaman dan komentar masyarakat.
Tidak hanya dari kalangan masyarakat umum, banyak juga dari pengamat dan pecinta sepakbola menyoroti penggunaan gas air mata pada insiden ini.
Sebelumnya dalam buku prosedur FIFA, telah melarang penggunaan gas air dalam pertandingan sepakbola.
Peraturan tersebut terdapat pada pasal 19 pada poin b yang mengatakan bahwa" No firearms or “crowd control gas” shall be carried or used" atau "sama sekali tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa".
Atas insiden ini kami tim Storyjatim turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada korban yang meninggal dunia.
Penulis : Noni Anggun /Storyjatim.com
Artikel Terkait
Kericuhan di Laga Arema FC vs Persebaya Sebabkan Puluhan Orang Terluka, 60 Orang Tewas
Jumlah Korban Meninggal Dunia Akibat Kericuhan di Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya
Usai Kericuhan di Laga Arema FC vs Persebaya, Niat Ucapkan Belasungkawa PSSI Malah Tuai Cibiran dari Netizen
Korban Terus Bertambah! Kericuhan Dilaga Arema Vs Persebaya Sudah Memakan 129 Korban Jiwa