Biografi Perjalanan Tokoh Pendiri Bangsa Maria Ullfah dalam Memperjuangkan Kesetaraan HAM Perempuan

photo author
- Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:25 WIB
Biografi Perjalanan Tokoh Pendiri Bangsa Maria Ullfah dalam Memperjuangkan Kesetaraan HAM Perempuan
Biografi Perjalanan Tokoh Pendiri Bangsa Maria Ullfah dalam Memperjuangkan Kesetaraan HAM Perempuan

 

Storyjatim.com-Kemerdekaan suatu negara tentunya tidak lepas dari peran tokoh didalamnya, salah satu tokoh Pendiri Bangsa Indonesia yaitu Maria Ullfah.
 
Tidak banyak perempuan pada masa itu yang dapat memiliki pemikiran yang mendalam dan peran dalam mendirikan Bangsa Indonesia, salah satunya perempuan yang berperan adalah Maria Ullfah. 
 
Maria Ullfah merupakan seorang tokoh yang memperjuangkan hukum dan hak wanita agar setara. Meskipun seorang perempuan namun semangatnya tidak kalah dengan tokoh pendiri yang lainnya.
 
 
Untuk mengetahui lebih dalam tentang siapa Maria Ullfah dan kiprahnya dalam pendirian Bangsa Indonesia, berikut ini Biografi Perjalanannya yang dikutip oleh Storyjatim.com dari Youtube Narasi.
 
Maria Ullfah lahir pada tanggal 18 Agustus 1911 yang lahir dari pasangan RAA Mohammad Achmad dan RA Hadidjah Djajaningrat.
 
Ayah dari Maria Ullfah merupakan bupati Kuningan, sedangkan ibunya merupakan putri dari Bupati Serang pada saat itu.
 
Maria yang berasal dari keluarga priyayi memiliki tekat yang kuat untuk terjun dalam kancah pergerakan nasional, Hal ini terjadi bahkan sebelum Maria mengikuti BPUPKI.
 
Setelah menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1933 di Universiteit Leiden, Belanda. Maria Ullfah tercatat sebagai sarjana hukum perempuan pertama yang berasal dari Indonesia.
 
Berbekal dari ilmu hukum yang telah Maria pelajari, dirinya memberikan banyak sumbangsih untuk masyarakat khususnya kaum perempuan.
 
Sesusai dengan yang dikatakan olehnya " saya ingin kembali ke tanah air menyumbangkan tenaga dan pikiran saya untuk memajukan rakyat kita, khususnya kaum perempuan yang masih amat kurang pendidikannya," Maria Ullfah.
 
Pada tahun 1934, Maria memutuskan untuk mengajar di Perguruan Rakyat dan Sekolah Menengah Muhammadiyah.
 
Selain itu Maria Ullfah juga giat memberikan kursus pemberantasan buta huruf bagi ibu-ibu di Daerah Salemba Tengah dan Paseban.
 
Setahun setelahnya,Maria melangkah ke pergerakan politik dengan mengikuti Kongres Perempuan Indonesia kedua pada 20-24 Juli 1935 di Jakarta.
 
Dalam Kongres Perempuan Indonesia tersebut Maria ditunjuk sebagai ketua biro konsultasi, yang bertugas menyelidiki kededukan perempuan dalam perkawinan menurut Islam.
 
Maria juga memperjuangkan talak taklik agar dicantumkan dalam akta nikah. Sebagi bentuk perjuangan Maria Ullfah untuk memberikan kesejahteraan dan keamanan pada perempuan dalam hukum keluarga dan perkawinan.
 
Pada sidang kedua BPUPK (Badan Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang terjadi pada tanggal 10 Juli 1945, dibentuklah sub panitia yang memiliki tugas-tugas khusus.
 
Sub Panitia terdiri darii:
1. Panitia perancang Undang-Undang Dasar: 18 Anggota.
2. Tim Anggota Pembela Tanah Air: 22 Anggota.
3. Badan Keuangan dan Perekonomian: 22 Anggota.
 4. Panitia Penghalus Bahasa untuk Undang-Undang Dasar: 3 Anggota.
 
Tanggal 14 Juli 1945 sidang kedua BPUPK terjadi, dalam sidang tersebut sub panitia melaporkan hasil rancangan Undang-Undang Dasar yang berjumlah 42 pasal.
 
Salah satu dari anggota panitia perancang Undang-Undang Dasar tersebut adalah Maria Ullfah.
 
Maria Ullfah merupakan perempuan yang melontarkan pentingnya hak asasi dalam konstitusi Indonesia, dirinya mengusulkan untuk menambahkan pasal soal pemberian hak dasar yang setara dimata hukum bagi semua warga negara Indonesia.
 
Meskipun tidak mulus serta banyak pro dan kontra dalam usulannya tersebut, akhirnya dengan dukungan beberapa pihak usulan dari Maria tersebut diterima dan dimasukkan dalam pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945.
 
" (1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya," Undang-Undang Dasar 1945
 
Upaya dari Maria untuk memperjuangkan perempuan tidak hanya sampai disini, Maria rajin bepergian untuk menyambangi dari kota ke kota lain hingga lintas negara untuk menyuarakan aspirasinya.
 
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Maria Ullfah menjabat sebagai menteri sosial dan menjadi perempuan pertama yang menduduki kabinet.
 
Kiprah Maria Ullfah tersebut tidak lepas dari pro dan kontra serta kecaman dari berbagai pihak. Meskipun begitu Maria terus maju memperjuangkan kepentingan hak mendasar bagi banyak orang, terutama perempuan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Konik

Sumber: narasi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Evaluasi Seluruh Direksi BUMN

Selasa, 29 April 2025 | 18:46 WIB

Sah, Menhan Lantik Deddy Corbuzier Sebagai Stafsus

Selasa, 11 Februari 2025 | 19:06 WIB

Terpopuler

X