Pemkab Banyuwangi Inovasi Ajak Penjahit Kampung Buat Bendera Sebanyak 17822

photo author
Abdul Konik, Story Jatim
- Selasa, 9 Agustus 2022 | 01:49 WIB
Penjahit Kampung Terlibat dalam pembuatan Bendera sebanyak 17822 (Humas)
Penjahit Kampung Terlibat dalam pembuatan Bendera sebanyak 17822 (Humas)

BANYUWANGI, STORYJATIM.COM - Pemkab Banyuwangi punya cara inovatif untuk merayakan peringatan kemerdekaan Indonesia pada bulan Agustus ini. Salah satunya dengan melibatkan 77 penjahit di kampung-kampung untuk memproduksi bendera Sang Merah-Putih yang akan dibagikan gratis ke warga.

 

Para penjahit yang berasal dari kampung-kampung itu dikumpulkan di GOR Tawang Alun, Senin (8/8/2022), untuk mulai memproduksi bendera. Total akan diproduksi sedikitnya 17.822 bendera. “Kemungkinan akan bertambah, karena juga ada gotong royong berbagai elemen,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Baca Juga: Pemda Banyuwangi Berdayakan Penjahit Kampung Dalam Pembuatan Bendera Merah Putih

Suasana produksi bendera begitu riuh dan menggembirakan. Sembari fokus menjahit, para penjahit dari berbagai kampung itu sesekali saling melempar canda. Apalagi ketika Bupati Ipuk secara spontan membikin kuis.

 

“Ayo, siapa yang tahu, siapa yang menjahit Sang Merah-Putih dan dikibarkan saat proklamasi kemerdekaan?” tanya Ipuk.

Baca Juga: Link Pendaftaran dan Syarat Ikuti Lomba Pantun Bulan Agustus Pemkab Banyuwangi

Para penjahit pun berebut menjawab. Suasana riuh. “Ibu Fatmawati,” semua berebut menjawab. Ipuk lantas memberikan hadiah tambahan honor menjahit yang dibungkus ke dalam amplop kepada penjahit yang beruntung bisa menjawab.

 

Bupati Ipuk mengatakan, pihaknya sengaja melibatkan puluhan penjahit kampung untuk ikut memproduksi bendera Merah-Putih. “Jadi peringatan kemerdekaan bukan hanya seremonial, tapi salah satunya kita konkritkan dengan memberdayakan ekonomi para penjahit di kampung-kampung,” ujar Ipuk.

17822 akan diberikan gratis kepada warga Banyuwangi
17822 akan diberikan gratis kepada warga Banyuwangi (Humas)

Selain mendapatkan honor dari jasa produksi bendera, para penjahit juga mendapatkan uang sewa dari mesin jahitnya yang dibawa ke tempat produksi bendera secara masal.

 

“Kita sengaja tidak pesan bendera ke pabrikan konveksi besar, tapi ke penjahit di kampung-kampung agar ekonomi arus bawah terus bergerak. Ini adalah salah satu bentuk pemberdayaan UMKM, untuk pemulihan ekonomi,” imbuh Bupati Ipuk.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Konik

Tags

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Evaluasi Seluruh Direksi BUMN

Selasa, 29 April 2025 | 18:46 WIB

Sah, Menhan Lantik Deddy Corbuzier Sebagai Stafsus

Selasa, 11 Februari 2025 | 19:06 WIB

Terpopuler

X