Ia hari harinya setelah ngantor melayani masyarakat maka waktunya dihabiskan di lokasi penyimpanan barang antik dengan sesekali memoles untuk di bersihkan agar terlihat lebih menarik.
"kalau ada yang minta di reparasi ya langsung dikerjakan, tapi kalau mintaknya original yang di biarkan begitu saja, kalau berbicara tentang varamg antik itu tidak bisa mematok harga, karena ini masalah hati, sesuka hati saja kalau mau beli," Sebutnya.
Sesekali dalam perbincangan dengan candaan bahwa koleksi barang antik ini untuk kesiapanya purna dari kepala Desa.
"menurut undang undang kan 3 periode, jadi saya tidak bisa mencalonkan lagi, ya inilah usaha saya, terkadang juga jadi kernet truk setiap malam minggu," Tukasnya sambil tertawa dengan candaanya.