Banyuwangi Storyjatim.com - Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi mengundurkan diri dari jabatanya pertanggal 30 November 2022.
Pengunduran diri Seorang Plt kepala DLH Banyuwangi tersebut bukan tanpa sebab, berdasarkan surat pengunduran diri yang di buat pada tanggal 28 November 2022 tersebut berisikan pengunduran diri sebagai plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi.
Berdasarkan surat pengunduran diri plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Nomor : 800/3552/429.104/2022 yang di tanda tangani langsung oleh plt Kepala DLH Banyuwangi Dwi Handajani bahwa menyatakan mengundurkan diri dari jabatanya.
Baca Juga: Babak Baru, Kadispora Banyuwangi Dipanggil Polda Jatim Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI
"sebelumnya saya ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya karena sudah diberikan kesempatan dan bekerja secara profesional sebagai pelaksana tugas (plt) kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi," Tulis dalam isi surat tersebut yang di terima Storyjatim.com tanggal (1/12/2022).
Pengunduran diri tersebut bukan tanpa alasan, menurut dalam isi surat tersebut alasan Dwi Handajani mengundurkan diri sebagai plt Kepala Dinas yakni karena pihaknya sudah tidak nyaman dalam kepemimpinanya.
"tetapi karena adanya tekanan dan ancaman dari pihak eksternal membuat ketidak nyamanan dalam bekerja dan demi khusyuknya saya dalam beribadah dan demi ketentraman keluarga," Sambungnya.
"maka dengan hormat saya mengundurkan diri dari jabatan pelaksana tugas (plt) kepala Dinas Lingkuhan Hidup Banyuwangi yang terhitung pada tanggal 30 November 2022," Tegasnya Dwi Handajani.
Baca Juga: Asal Usul Nama Di Wilayah Jakarta Menurut Sejarah Yang Belum Diketahui Banyak Orang
Pihaknya pun mengembalikan tugas dan wewenangnya kepada Pemerintah Daerah Banyuwangi.
"segala sesuatu yang berkaitan dengan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi sudah tidak menjadi tanggung jawab saya sejak tanggal 30 November 2022," Tukasnya.
Hal tersebut bersamaan dengan ramainya isu tentang penanggulangan sampah di Kabupaten Banyuwangi yang diduga tak kunjung mempunyai pengelolaan yang profesional.
Artikel Terkait
Korban Banjir Cianjur Disebut Tidak Mau Mie Instan, Dan Minta Sumbangan Beli Tenda Camping
Aktivitas Lumpuh, Kantor Pemda Banyuwangi Terendam Banjir Hingga Setinggi Paha Orang Dewasa
Pernah Raih Tata Ruang Terbaik SeIndonesia, Pemda Banyuwangi Di Kepung Banjir
320 Miliar Anggaran CKPP, Wilayah Perkotaan Banyuwangi Jadi Langganan Banjir, Intip Rincianya
Dahsyat.. !! Banjir Lahar kali Gendol Sleman Banyak Material Batu Besar