Cara kerja gas air mata yaitu, ketika berada di udara dan gas air mata mulai menyebar.
Ujung saraf akan menerima rangsangan efek dari gas air mata yang disebut dengan TRPA1 (Transient Receptor Potential Ankyrin 1.
TRPA1 ini ada di kulit, kornea mata dan paru-paru. Ketika reaksi tersebut aktif, sinyal yang diterima reseptor akan dikirim ke otak lalu diterjemahkan sebagai rasa sakit.
Reseptor yang menerima reaksi dari gas air mata kurang lebih reaksinya sama seperti kita sedang merasakan sensasi pedas wasabi.
Namun bedanya, gas air mata kurang lebih seribu kali lebih kuat dari itu.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention atau yang disingkat CDC, gas ini dapat menyebabkan mata mengeluarkan air mata berlebih, terasa terbakar sampai pandangan kabur yang berlebihan.
Selain itu CS gas juga dapat menyebabkan pilek atau sensasi terbakar di dalam hidung, serta dapat menyebabkan kesulitan menelan, dada sesak, batuk, sesak nafas dan perasaan tercekik.
Seseorang yang terkena gas air mata ini biasanya efeknya akan terasa selama 15 hingga 30 menit.