Kini, ia masih menjabat sebagai Wakil Rais Aam PBNU periode 2022-2027.
Selain di PBNU, Anwar juga aktif di MUI. Sebelum menjadi Ketum MUI, Anwar tercatat sebagai salah satu Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI 2020-2025.
Di bidang politik, Anwar Iskandar sempat diangkat menjadi ketua Dewan Syuro PKB wilayah Jawa Timur pada tahun 1998. Ia juga pernah menjabat sebagai anggota MPR dari utusan daerah Jawa Timur. Ia juga pernah mendirikan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) pada tahun 2008.
Anwar belakangan ini telah menyatakan sikap supaya semua pihak yang akan terlibat dalam pemilu 2024 agar tidak membawa-bawa NU dalam politik praktis.
Baca Juga: Peta Suara Di Parlemen, Capres Ini Unggul Setelah Dua Partai Ini Berkoalisi
Ia meminta agar identitas NU tidak dipakai demi mengais suara untuk memenangkan kontestasi. Anwar menjelaskan NU saat ini tidak menjalankan politik praktis. Namun, politik NU adalah politik kenegaraan untuk menyelamatkan negeri ini.
"PBNU sudah mencanangkan tekad besar bahwa NU harus menjadi rumah yang mengayomi seluruh warganya dari latar belakang politik atau kepentingan apa pun," kata Anwar dikutip dalam laman resmi NU.
Dukungan bagi Anwar Iskandar menjadi Ketum MUI juga sempat datang dari Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.
Artikel Terkait
Keluarga Gus Dur Pastikan Tak Ada Pintu Maaf Buat Cak Imin Dalam Politik Hasil Kudeta, Begini Kata Yeny Wahid
Hujan Meteor Perseid Akan Hiasi Langit Malam Ini, Simak Jamnya Jangan Sampai Terlewat
Bentuk Komitmen PT BSI Respon Cepat Aspirasi Masyarakat Dalam Infrastruktur
Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara Dukung Investasi Dalam Percepatan Ekonomi
Kuasai Suara Parlemen, Membuat Capres Ini Unggul, Media Asing Soroti Potensi Partai Pragmatis