Hal ini memaksa negara untuk pintar-pintar mengatur neraca keuangan. Pilger menyebutkan rakyat Indonesia harus rela kehilangan akses pendidikan, kesehatan, maupun jaminan sosial karena uang jaminan sosial ini digunakan untuk membayar bunga utang, Uang yang semula digunakan untuk subsidi atau jaminan sosial, kini harus dialirkan ke luar negeri untuk membayar cicilan bunga utang.
Sistem yang mendewakan utang ini berlaku global, Dalam buku Confession of An Economic Hit Man John Perkins menyebutnya sebagai sistem corporatocracy, Di era corporatocracy ini, baik perusahaan multinasional maupun lembaga donor internasional mempunyai kekuasaan lebih besar dari pemerintahan suatu negara.
Lewat utang luar negeri yang tidak mungkin bisa dilunasi ini, pemerintahan suatu negara dipaksa membalas “jasa baik” utang luar negeri mereka dengan selalu menerapkan doktrin ekonomi perdagangan bebas, privatisasi semua sektor, maupun persaingan bebas di dalam negeri.
Meskipun banyak negara kini terhimpit oleh utang luar negeri, ada baiknya pemerintah Indonesia mulai memberikan prioritas untuk menjunjung kepentingan masyarakat luas diatas kepentingan para pengusaha, utang luar negeri yang semakin membengkak memang harus dibayarkan.
Namun, ingatlah, Utang pemerintah pada rakyat yang diumbar dalam janji-janji kampanye, juga penting untuk dibayar lunas, Walaupun tidak ada kewajiban absolut untuk melunasi janji-janji kampanye itu, pemerintah hendaknya mengingat etika politik dan moral buat menjalankan amanah pelunasan janji kampanye.
Akhirnya, bila utang-utang sosial dijadikan prioritas ketimbang utang-utang politik, saya yakin dunia akan jauh lebih baik. Mimpi Soe Hok Gie yang ingin melihat dunia dimana ulama, buruh, dan pemuda berkata : “stop kemunafikan dan pembunuhan atas nama apapun” akan tercipta. Dunia dimana para politisi di PBB sibuk mengatur pengangkutan gandung, susu, dan beras buat anak-anak yang lapar tiga benua. Dunia dimana semesta utang didirikan di atas etika kemanusiaan dan kebaikan seluruh umat manusia.**
penulis : Al Iklas Kurnia Salam
Artikel Terkait
Bule Nekat Bugil Saat Pertunjukan Seni Berlangsung, Diduga Depresi Tak Punya Uang Untuk bertahan di Bali
Ricky Afrianto, Global Director PT Mayora Group Bagikan ‘Key Success’ Cara Penetrasi Konsumen di JPP Talk
Kenapa Bulan Juni Disebut Bulan Bung Karno,? Ternyata Sejarah Ini Yang Mencatat
Patung Bung Karno Akan Berdiri Kokoh Di Rusia Kok Bisa? Ternyata Ini Yang Dilakukan Soekarno Kepada Uni Soviet
Sepenggal Kisah Perjalanan Politik Bung Karno Dari Tercetusnya Marhaenisme Hingga Jadi Tahanan Rumah