Sepenggal Kisah Perjalanan Politik Bung Karno Dari Tercetusnya Marhaenisme Hingga Jadi Tahanan Rumah

photo author
Abdul Konik, Story Jatim
- Selasa, 13 Juni 2023 | 11:44 WIB
Sepenggal Kisah Perjalanan Politik Bung Karno Dengan Tercetusnya Marhaenisme, Hingga Tahanan Rumah (@thebigbung)
Sepenggal Kisah Perjalanan Politik Bung Karno Dengan Tercetusnya Marhaenisme, Hingga Tahanan Rumah (@thebigbung)

 

Sukarno menekankan konsep "nasakom," kependekan dari nasionalisme, agama, dan komunisme, sebagai sarana untuk menyatukan populasi Indonesia yang beragam.

 

Kepresidenan Sukarno ditandai oleh campuran kebijakan ekonomi, termasuk intervensi negara, nasionalisasi industri, dan promosi gerakan koperasi. Dia juga mengejar kebijakan non-penyelarasan selama Perang Dingin, berusaha mempertahankan hubungan dengan negara-negara blok barat dan timur.

 

Namun, kepresidenan Sukarno juga menghadapi tantangan, termasuk gerakan separatis regional, ketidakstabilan ekonomi, dan ketegangan politik. Pada tahun 1965, sebuah upaya kudeta, yang dikenal sebagai "Gerakan 30 September," menyebabkan reaksi anti-komunis yang keras dan peningkatan pengaruh militer. Kekuatan politik Sukarno menurun, dan pada tahun 1967, ia terpaksa mentransfer otoritas eksekutif ke Jenderal Suharto, yang kemudian menjadi presiden kedua Indonesia.

Baca Juga: Pemikiran Ekonomi Politik Bung Karno Menentang Paham Individualisme

Setelah digulingkan dari kekuasaan, Sukarno hidup dalam tahanan rumah sampai kematiannya pada 21 Juni 1970. 

 

Terlepas dari tantangan dan kontroversi seputar kepemimpinan sebagai Presiden, Sukarno tetap menjadi sosok yang dihormati dalam sejarah Indonesia dan sering disebut sebagai "Bung Karno," sebuah istilah yang berarti "Brother Sukarno." Kontribusinya terhadap perjuangan Indonesia untuk kemerdekaan dan upayanya untuk membentuk identitas nasional terus memengaruhi politik dan masyarakat Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Konik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Evaluasi Seluruh Direksi BUMN

Selasa, 29 April 2025 | 18:46 WIB

Sah, Menhan Lantik Deddy Corbuzier Sebagai Stafsus

Selasa, 11 Februari 2025 | 19:06 WIB

Terpopuler

X