"Seremoni dies natalis yang ditempatkan di area persawahan dengan melibatkan rakyat desa menjadi buku hidup saya pada historiografi pertemuan Bung Karno dengan Pak Marhaen, sebagai cikal-bakal lahirnya ideologi marhaenisme," Sebutnya.
Hingga di akhir acara dengan yakni sambung rasa, Hary mengharap jika GMNI dapat menjada toleransi dalam merawat NKRI.
Baca Juga: Konferensi Pers Ketum PSSI, Begini Alasan FIFA Membatalkan Piala Dunia U-20 di Indonesia
"Semangat menjaga toleransi dalam merawat NKRI terus terpatri pada sanubari mereka, sehingga seiring sejalan antara kata dan perbuatan," Tukasnya.
Artikel Terkait
Viral, Aksi Diduga Pelaku Klitih Terekam CCTV di Ungaran Semarang
Rekomendasi Model Sepatu Converse Yang Tak Lekang Oleh Waktu
CEK FAKTA : King Nassar Meninggal Dunia Usai Jatuh Di Kamar Mandi, Benarkah?
Aksi Heroik Penyelamatan 9 Orang Penambang Emas Yang Tertimbun Reruntuhan Tanah di Kivu Selatan
Penggawa Garuda Nusantara Kenakan Pita Hitam, Imbas Batal Berlaga di Piala Dunia U-20