Mengenal Siklus Hidrologi, Perputaran Air dan Sirkulasi pada Sistem Atmosfer dalam Bumi

photo author
Mohamad Saiful Rizal, Story Jatim
- Jumat, 17 Maret 2023 | 10:40 WIB
Siklus Hidrologi.
Siklus Hidrologi.

Storyjatim.com - Menurut Britannica Encyclopedia, siklus hidrologi adalah perputaran air dan sirkulasi pada sistem atmosfer dalam bumi. Namun, untuk memahami siklus hidrologi secara lengkap kita akan mengulas siklus air pada artikel ini.

Dilansir dari laman lindungihutan.com, siklus hidrologi atau siklus air adalah proses pergerakan molekul air (H2O) yang berlangsung secara terus-menerus dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi.

Pergerakan air laut ke udara, kemudian jatuh ke permukaan tanah lagi sebagai hujan atau bentuk presipitasi lain, dan akhirnya mengalir ke laut kembali. Air di bumi secara terus-menerus mengalami sirkulasi berupa proses penguapan, presipitasi dan pengaliran keluar (outflow).

Baca Juga: Air Laut Keruh di Wilayah Pesanggaran, Aktivitas Nelayan Lumpuh, Ternyata Ini Penyebabnya

Siklus hidrologi adalah salah satu konsep dasar dalam biogeokimia yang memiliki beberapa tahapan yaitu; proses penguapan, proses evapotranspirasi, proses hujan, proses aliran air, proses pengendapan air tanah, dan proses air tanah ke laut.

Dalam prosesnya, terjadinya siklus hidrologi bukan hanya satu jenis saja. Namun juga terdapat beberapa jenis dalam siklus hidrologi/siklus air. Yaitu, siklus hidrologi pendek, siklus hidrologi sedang dan siklus hidrologi panjang.

Baca Juga: Dampak Banjir, Warga di Banyuwangi Mulai Terima Suplai Air Bersih

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak aktivitas dan kegiatan manusia yang secara langsung dapat merusak siklus air. Berikut beberapa kegiatan manusia yang merusak siklus air yang ada.

1. Pemukiman Penduduk

Setiap tahunnya pertumbuhan penduduk terus akan bertambah hal ini menyebabkan perlunya lahan sebagai tempat untuk hidup dan bersosialisasi.

Apabila dalam pembangunan tidak memperdulikan aspek lahan serapan air, tanah dapat tertutup oleh semen, jalan, beton, hingga perumahan.

2. Pembukaan Lahan Hutan

Kawasan hutan yang harus dimanfaatkan untuk tujuan ekonomi, bisnis dan sosial masyarakat dapat menimbulkan dampak negatif jika dilakukan secara berlebihan.

Umumnya pembukaan lahan hutan digunakan untuk lahan industri, perumahan, pertanian dan perkebunan yang menyebabkan area resapan air berkurang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mohamad Saiful Rizal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Evaluasi Seluruh Direksi BUMN

Selasa, 29 April 2025 | 18:46 WIB

Sah, Menhan Lantik Deddy Corbuzier Sebagai Stafsus

Selasa, 11 Februari 2025 | 19:06 WIB
X