كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
“Setiap anak terlahirkan diatas fitrah (yaitu fitrah tauhid), akan tetapi kedua orang tuanya memberi pengaruh sehingga kedua orang tuanya menjadikan dia Yahudi atau menjadikan dia Nasrani atau menjadikan dia Majusi.” (HR. Bukhari)
Dalam hadits Qudsi, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ
“Aku ciptakan hamba-hambaKu dengan hanif (yaitu condong kepada tauhid dan menjauh dari kesyirikan).”
فَاجْتَالَتْهُمُ الشَّيَاطِينُ
“Akan tetapi setan menggelincirkan mereka.”
Ini semua dalil bahwasanya manusia diciptakan diatas fitrah. Akan tetapi fitrah bisa saja berubah dengan pengaruh-pengaruh dari luar, dengan godaan setan, baik pengaruh lingkungan, demikian juga godaan setan. Sehingga menjadikan fitrah manusia bisa berubah.