Sekarang lihat, bagaimana kita dapati sebagian manusia beribadah kepada hewan? Bagaimana manusia, otaknya taruh dimana? Kemudian dia ambil patung, dia pahat, kemudian dia sembah patung tersebut. Otaknya taruh dimana? Fitrahnya sudah berubah. Bagaimana manusia kemudian menyembah sapi, hewan yang lebih hina daripada dia kemudian dia bisa menyembah sapi tersebut?
Dan bagaimana manusia menyembah mayat yang sudah dikubur sementara dia tahu bahwasanya mayat tersebut tidak bisa apa-apa. Makanya dia yang memandikan mayat tersebut. Kalau bisa mandi sendiri kenapa kita memandikan? Makanya dia yang memakaikan kain kafan bagi mayat tersebut, makanya dia yang shalatkan mayat tersebut karena mayat tersebut sudah tidak bisa shalat. Makanya dia yang menghantarkan mayat tersebut ke dalam kuburan karena mayat tersebut tidak bisa jalan sendiri. Lantas kemana akal mereka ketika sudah dikuburkan kemudian dia minta kepada mayat tersebut?
Tetapi tapi setan menghiasi. Tapi setan menghiasi..
أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين من ذنب وخطيئة فأستغفره إنه هو الغفور الرحيم
Khutbah Jumat Kedua Tentang Kaum Liberal Perusak Fitrah
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، أللهم صلي عليه وعل أله وأصحابه وإخوانه
Ma’asyiral muslimin,
Kita di tanah air muncul dai-dai yang ingin merubah fitrah dan bangga dengan perubahan fitrah, yaitu dai-dai liberal. Yang sangat menyedihkan bagi kita adalah sebagian mereka adalah dosen-dosen, bukan di Universitas umum, bahkan Universitas-Universitas Islam. Mereka menyerukan hal-hal yang bertentangan dengan fitrah manusia.