Karenanya kita harus waspada bahwasanya nilai-nilai Islam yang sesuai dengan fitrah, agama yang hanif yang Allah telah turunkan, agama terbaik harus kita jaga.
Di antara fitrah yang dirubah oleh setan adalah fitrah tauhid menuju kesyirikan. Padahal kita semua tahu bahwa yang berhak disembah adalah Tuhan pencipta alam semesta. Asalnya manusia tidak mau menyembah makhluk semisalnya, apalagi menyembah makhluk yang lebih hina daripada dia.
Lihatlah.. Jangankan manusia, sampai burung Hudhud fitrahnya jalan. Ketika dia melapor kepada Nabi Sulaiman dia berkata:
إِنِّي وَجَدتُّ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِن كُلِّ شَيْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ ﴿٢٣﴾ وَجَدتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِن دُونِ اللَّـهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ ﴿٢٤﴾
Ketika Sulaiman berkata: “Wahai Hud, kenapa kau terlambat?” Dia mengatakan: “Aku pergi ke negeri Saba, aku mendapati seorang Ratu yang memiliki singgahsana yang indah dan diberikan segala macam kemewahan. Dan aku dapati dia dan kaumnya sujud kepada matahari.”
Lihat, Hudhud tidak terima. Ini kesyirikan. Bagaimana manusia menyembah matahari? Menyembah sesama makhluk. Tapi apa kata Hudhud?
وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ
“Setan yang menghiasi amalan mereka sehingga mereka memandang sujud kepada matahari adalah suatu perkara yang baik.”