Storyjatim.com - Bikin geleng geleng kepala, pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran untuk mengentaskan kemiskinan, anggaran tersebut terbilang cukup besar yakni mencapai 500 Triliun.
Namun di sampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Annas menyayangkan hal tersebut, bahwa anggaran kemiskinan sebesar 500 Triliun itu habis hanya untuk rapat dan studi banding.
Annas Menyebut jika angka kemiskinan hanya berkurang sedikit dibanding anggaran yang dikeluarkan, dikatakan bahwa efektivitas dalam menangani kemiskinan masih rendah.
Baca Juga: Dipresikdikan Salju Abadi Indonesia Akan Punah Dalam Waktu 3 Tahun, Ternyata Ini Penyebabnya
Mantan Bupati Banyuwangi dua periode ini pun menyebut jika kementrian/lembaga (K/L) terkait sibuk dengan studi banding, tak hanya itu, annas juga menyebut jika K/L terkait kebanyakan rapat di hotel ketimbang dengan aksi nyata untuk mengentaskan kemiskinan.
"Anggaran kemiskinan Rp500 triliun terserap di studi banding kemiskinan. Banyak rapat-rapat tentang kemiskinan," katanya.
Atas dasar itu, Annas mendorong K/L terkait untuk melakukan reformasi secara besar-besaran, untuk meningkatkan efektifitas program pengentasan kemiskinan.
Pihaknya pun menyarankan supaya rapat dan studi banding bisa memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang.
"Jangan berulang terus, program kemiskinan banyak tapi terserap di studi banding kemiskinan," ujarnya.
Artikel Terkait
Asosiasi BPD Banyuwangi Tolak Tambah Masa Jabatan Kades 9 Tahun
Resmi Jadi PPS, Ini Tugas Pertama Yang Harus Dilakukan Pasca Pelantikan 651 Anggota di Banyuwangi
Rekening BCA 320 juta Dibobol Tukang Becak, Begini Kronologisnya
Viral Bayi 7 Bulan Diberi Kopi Saset, Ibu Justru Bangga Anaknya BAB 10 Kali Sehari