STORYJATIM.COM - Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia yang baru memiliki Grand Design besar yang dijuluki “Nusantara” dengan tujuan menjadi penggerak ekonomi negara dimasa depan.
Menurut Ayat 1 Pasal 6 UU No. 3 Tahun 2022, IKN yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki letak geografis sebagai berikut:
• Bagian Utara: 117° 0' 31.292" Bujur Timur dan 0° 38' 44.912" Lintang Selatan;
• Bagian Selatan: 117° 11' 51.903" Bujur Timur dan 1° 15' 25.260" Lintang Selatan;
• Bagian Barat: 116° 31' 37.728" Bujur Timur dan 0° 59' 22.510" Lintang Selatan; dan
• Bagian Timur pada 117° 18' 28.084" Bujur Timur dan 1° 6' 42.398" Lintang Selatan.
Dilansir dari website resmi milik Kementrian Sekretariat Negara RI setneg.go.id, IKN Nusantara sejak awal dirancang untuk membuka potensi ekonomi Indonesia secara keseluruhan, mendorong pertumbuhan, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan.
Baca Juga: Sering Bela Kebijakan Kotroversial Pemerintah, Denny Siregar Dituding 'bjorka' Hidup Dari Duit Pajak
Pemerintah berencana menjadikan IKN Nusantara sebagai simbol identitas bangsa serta pusat gravitasi ekonomi baru yang diharapkan dapat membawa multiflier effect.
Sebagai episentrum pertumbuhan Indonesia, IKN Nusantara diharapkan mampu mendorong ekonomi semakin merata ke wilayah luar Jawa guna mendukung tercapainya Indonesia Maju 2045.
Dibalik misi untuk menyejahterakan rakyat, ternyata ada fakta lain yang cukup mengerikan dari pemindahan IKN salah satunya adalah kekhawatiran akan tenggelamnya Pulau Jawa.
Berdasarkan sensus penduduk Indonesia tahun 2020, dari 271,35 juta jiwa sebanyak 131,79 juta jiwa atau 55,94% penduduk Indonesia berada di Jawa.
Proporsi penduduk Indonesia yang berada di Sumatera mencapai 21,73%. Sebanyak 7,43% penduduk Indonesia berada di Sulawesi. Kemudian, 6,13% penduduk Indonesia berada di Kalimantan.
Beban kepadatan penduduk dan pembanguan yang tersentralisasi di Pulau Jawa mengakibatkan turunnya permukaan daratan.
Apabila tidak dilakukan desntralisasi pembangunan ke wilayah lain, maka besar kemungkinan dalam beberapa tahun ke depan Pulau Jawa akan hilang karena tenggelam.
Baca Juga: NIK Dicatutkan Parpol Tanpa Izin, Segera Lapor KPU!!
Beberapa bukti bahwa telah terjadi penurunan daratan dapat dilihat di area pesisir Kota Jakarta dan beberapa wilayah di Jawa Tengah yang kerap mengalami banjir akibat permukaan laut lebih tinggi daripada daratan.
Seperti pada periode tahun 90-an, masyarakat Jakarta masih bisa menikmati indahnya Pantai di Muara Baru. Namun sekitar tahun 2000 pantai tersebut telah hilang tertutup oleh air laut yang naik.
Hingga tahun 2002 dibangun tanggul laut untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat Jakarta.
Artikel Terkait
Kasus Penganiayaan Menyebabkan Kematian Santri PonPes Modern Gontor, Pihak Kepolisian Mulai Selidiki Motifnya
Bakar Poster Ketua Dan Anggota DPR RI, Masa Aksi Kecewa Dengan Perayaan Ultah Puan Maharani
KEMENAG Bentuk Tim Investigasi, Makam Santri Gontor Dibongkar: Ditemukan Luka Akibat ini!
Ada Apa Dengan Kronologi Kematian Santri Gontor AM, Kok Terkesan Ditutupi.!! Simak Faktanya