Storyjatim.com - Minyak goreng bersubsidi langka di pasaran, ternyata sebanyak kurang lebih 500 ton minyak goreng merk Miyakita ditemukan menumpuk disalah satu kawasan Cilincing Jakarta Utara.
Diketahui ternyata minyak goreng tersebut diproduksi sejak Desember 2022 lalu, namun hingga kini tak pernah dikeluarkan sehingga menumpuk hingga 500 Ton di dalam gudang PT Bina Karya Prima (BKP).
Minyakita terlihat di pasaran sudah mulai langka, diketahui Minyakita adalah minyak goreng bersubsidi namun hingga kini ternyata belum didistribusikan ke pasaran sejak di produksi pada Desember lalu.
Baca Juga: Sadis!! Mengaku Sakit Hati Pria Ini Tega Habisi Nyawa Mantannya Menggunakan Kloset
Kini 500 Ton Minyakita ituoun harus disegel oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) Kemendag.
Lebih dari sebulan usai produksi minyak goreng hingga Februari belum disalurkan, harusnya setelah produksi minyak tersebut harus langsung didistribusikan, mengingat banyaknya permintaan masyarakat tentang minyak murah.
Namun 500 ton minyak tersebut faktanya belum juga didistribusikan sehingga menumpuk di gudang, Direktur Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Whisnu Hermawan pun akan mendalami kasus tersebut.
"ini harus di distribusikan cepat, tapi kenapa menumpuk, kita punya DMO (domestic market obligation) 300 ribu ton sebulan," kata Whisnu.
Baca Juga: Begini Penampakan Mobil Setelah Ditabrak Singa di Taman Safari
Satgas pangan Bareskrim Polri itu pun langsung melakukan penyelidikan dengan cara kolaboratif bersama Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementrian Perdagangan dengan dugaan penimbunan dengan sengaja.