Storyjatim.com - Usai kericuhan yang berlangsung di stadion Kanjuruhan yang memakan banyak korban jiwa baik dari kalangan suporter Arema FC maupun Persebaya pada pada Sabtu, 1 Oktober 2022.
Malam itu kericuhan terjadi usai kekalahan Arema FC vs Persebaya Surabaya dengan hasil skor 2-3.
Kericuhan itu diduga karena ketidakterimaan suporter Arema FC kecewa atas kekalahan yang diterima dari tim kesayangan mereka.
Baca Juga: Ini Syarat Daftar PPPK 2022 Jabatan Fungsional Yang Harus Diketahui, Cek Prioritasnya
Beberapa oknum suporter setia Aremania awalnya turun memasuki lapangan, mereka melakukan tindakan kurang terpuji. Para petugas pun kewalahan membendung para suporter yang ricuh.
Gas air mata pun diluncurkan ke arah penonton sehingga membuat masa melebar. Akibatnya para penonton panik berhamburan.
Kondisi ini semakin di perparah karena banyak penonton yang tidak sabar dan berdesak-desakan berusaha ingin keluar dari stadion sehingga membuat banyak penonton jatuh dan terinjak-injak.
Dari informasi yang storyjatim.com dapatkan ada sekitar 60 korban yang dikabarkan tewas dan puluhan orang terluka.
Baca Juga: Peristiwa 30 September: Sejarah Besar Selain G30SPKI, Ada Kudeta Hingga Penemuan Galaksi!
Kabar itu diunggah melalui akun Twitter milik salah satu komentator Indonesia Tio Nugroho, jumlah ini kemungkinan masih terus bertambah.