Storyjatim.com - Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) GMNI Jawa Timur yang di hadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah menuai banyak tanggapan dan penggiringan opini oleh beberapa media.
Pasalnya, Rapimda GMNI yang digelar di Surabaya dan Blitar itu seolah-olah menjadi panggung Khofifah untuk menjadi Bacawapres untuk salah satu Capres yang di usung beberapa partai.
Salah satu pengurus DPD GMNI Jawa Timur, Hendra Prayogi mengungkapkan, Rapimda ini adalah moment sakral GMNI yang tidak sepatutnya menjadi ajang tunggangan politik praktis. Pihaknya juga mengungkapkan, Rapimda ini adalah murni rangkaian program kerja DPD GMNI Jatim.
Baca Juga: Belum Punya Kejelasan Status Hak Tanah Pusaka Sejak 2001, FPTP Bersama GmnI Datangi Pemda Banyuwangi
"Saya menyayangkan ketika moment Rapimda ini dijadikan panggung untuk politik praktis dan penggiringan opini. Dan saya mengecam keras hal-hal mengenai isu yang tidak sepatutnya muncul di Rapimda GMNI, " ungkap Hendra.
Hendra juga menjelaskan, Rapimda GMNI ini adalah forum koordinasi dan silaturahmi GMNI se-Jawa Timur, yang dihadiri 19 DPC GMNI definitif dan dua DPC karteker.
"Rapimda ini adalah forum koordinasi dan pembentukan program kerja GMNI Jatim agar kedepanya semakin baik, maka tidak seharusnya dan tidak sepantasnya dinodai oleh kepentingan politik," jelasnya.
Terlepas dari itu, masih Hendra, pihaknya berharap agar moment Rapimda kemarin tidak menjadi polemik terkait isu yang beredar baik untuk khalayak umum, maupun bagi kader GMNI di Jawa Timur.
Baca Juga: Pererat Ikatan Kekeluargaan Warga Tanah Pusaka dan GmnI Banyuwangi Peringati Haul Bung Karno
"Kedepanya, kami berharap GMNI Jawa Timur semakin solid demi kepentingan kaum marhaen. Saya tegaskan, GMNI adalah organisai yang independent dan tudak turut serta dalam panggung politik praktis," tegasnya.