"Seremoni dies natalis yang ditempatkan di area persawahan dengan melibatkan rakyat desa menjadi buku hidup saya pada historiografi pertemuan Bung Karno dengan Pak Marhaen, sebagai cikal-bakal lahirnya ideologi marhaenisme," Sebutnya.
Hingga di akhir acara dengan yakni sambung rasa, Hary mengharap jika GMNI dapat menjada toleransi dalam merawat NKRI.
Baca Juga: Konferensi Pers Ketum PSSI, Begini Alasan FIFA Membatalkan Piala Dunia U-20 di Indonesia
"Semangat menjaga toleransi dalam merawat NKRI terus terpatri pada sanubari mereka, sehingga seiring sejalan antara kata dan perbuatan," Tukasnya.