Storyjatim.com - Aksi bela pelanggaran HAM berat oleh sekelompok keluarga dan relawan korban 98 terus di lakukan, kali ini aksi yang di namakan Kamisan sudah berjalan 800 kali.
Puluhan orang hadir dalam aksi kamisan didepan Istana Merdeka, terlihat tak sedikit orang peserta aksi kamisan yang rela basah kuyup terguyur hujan demi menyuarakan pelanggaran HAM berat yang terjadi pada 98.
Meskipun di guyur hujan aksi kamisan yang sudah berjalan 800 kali ini tak sedikitpun menghalangi semangat para peserta aksi dalam menyuarakan pelanggaran HAM berat.
Aksi kamisan diketahui sudah berjalan sejak 18 Januari 2007 hingga saat ini, dengan total aksi tembus di angka 800 kali.
Aksi kamisan identik dengan simbol payung hitam serta baju hitam, payung melambangkan perlindungan, dan hitam melambangkan keteguhan.
Salah satu peserta aksi kamisan Pratiwi Febri dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengatakan Ruang Kamisan adalah ruang kritik dan demokrasi.
"Ruang Kamisan adalah Ruang demokrasi yang akan terus mengingatkan kita mengenai ketidak adilan, mengenai janji janji palsu, mengenai perjuangan yang tidak ada habisnya 800 kali kamisan ini," Katanya.
Para penuntut pelanggaran HAM berat ini mendesak Presiden untuk segera mengusut tuntas kasus yang selama ini masih belum menemukan titik jelasnya.