Storyjatim.com - Provinsi Kalimantan dikenal dengan julukan paru-paru dunia, lalu bagaimana jika julukan itu berbalik menjadi salah satu wilayah penghasil gas rumah kaca?
Pada tahun 2010 dilakukan pembukaan lahan yang digunakan untuk perkebunan kelapa sawit, Kalimantan sudah melepas lebih dari 140 juta metrik ton karbon dioksida.
Melansir dari narasinewsroom, bahwa hutan di Kalimantan yang dulunya merupakan salah satu paru-paru dunia kini rusak dan menghasilkan emisi karbon berukuran besar.
Deforestasi merupakan penyebab kerusakan hutan di Kalimantan. Deforestasi ini dilakukan dalam skala masif.
Deforestasi merupakan upaya pembukaan untuk lahan sawit hingga peternakan. Menurut berbagai sumber, Indonesia rupanya menjadi negara ketiga penghasil emisi gas rumah kaca setelah China dan AS.
Deforestasi tropis dinilai berkontribusi sekitar 20 persen dari total emisi gas rumah kaca.
Deforestasi adalah perubahan kondisi penutupan lahan dari kelas penutupan lahan Kategori Hutan/berhutan menjadi kelas penutup lahan Kategori Non Hutan/tidak berhutan (Kementerian Kehutanan).
Artikel Terkait
Benarkah Masuk Sekolah Jam 5 Pagi Membuat Anak Menjadi Lebih Pintar? Begini Jawaban Pengamat Pendidikan
Niat Cuma Bikin Konten Menghibur, Nasib Wanita Asal Bogor Ini Malah Berakhir di Kubur
Punya Lingkungan Kerja yang Toxic, Begini Tips Untuk Menghadapinya
Rambut Rontok dan Tipis Bukan Masalah Jika Memakai Ramuan Dengan Bahan Alami Ini, Begini Caranya