Aceh, Storyjatim.com - Di tengah luka yang ditinggalkan banjir besar dan longsor di Aceh, secercah harapan masih tumbuh dari balik keterbatasan. Harapan itu bernama pendidikan—dan ia hidup di mata anak-anak yang tak menyerah pada keadaan.
Kisah menyentuh ini terungkap melalui unggahan video milik komika sekaligus aktor Megi Irawan, yang membagikan potret sekolah darurat siswa SD Negeri 11 Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah. Video berdurasi 1 menit 19 detik tersebut diunggah melalui akun Instagram @megiirawann pada Selasa, 16 Desember 2025, dan langsung menyentuh nurani banyak orang.
Dalam rekaman itu, Megi memperlihatkan kondisi ruang belajar sementara para siswa yang jauh dari kata layak. Sekolah mereka hancur diterjang bencana. Tak ada lagi ruang kelas, bangku, ataupun lantai keramik. Yang tersisa hanyalah posko darurat, tanah sebagai alas, dan papan tulis yang disandarkan rendah di dinding.
Baca Juga: Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas, PT BSI Catat 72 Persen Karyawan dari Banyuwangi
“SDN 11 Pegasing, sekolah mereka hancur. Kelas sementara di posko, beralaskan tanah dan ganti-gantian,” tulis Megi dalam keterangan videonya.
Seorang pria yang berada di lokasi pun menguatkan kondisi tersebut.
“Di sana sudah nggak ada lagi sekolahnya. Sudah habis, hancur,” ucapnya lirih.
Duduk di Atas Batu, Belajar dengan Keteguhan
Tak terlihat tikar atau alas duduk. Ketika Megi bertanya kepada tiga anak yang tengah mengikuti pelajaran, jawaban mereka begitu sederhana namun menggetarkan.
“Terus duduknya di mana kalian?” tanya Megi.
“Duduknya di situ, sama situ. Kalau yang lain pakai kursi, kami pakai batu itu,” jawab salah satu anak polos.
Belajar di atas batu, beralaskan tanah, tanpa keluhan. Di usia yang seharusnya penuh canda dan kenyamanan, mereka justru diuji dengan kehilangan—namun tak kehilangan semangat untuk menimba ilmu.
Harapan Agar Sekolah Kembali Berdiri
Mendengar penuturan anak-anak tersebut, Megi tak mampu menyembunyikan harapannya agar perhatian segera datang dan hak pendidikan mereka kembali terpenuhi.
“Nanti semoga sekolahnya cepat pulih ya, biar bisa masuk sekolah lagi. Kita kasih tahu ke orang-orang, SD Negeri 11 Pegasing semoga cepat pulih,” ujarnya.
Harapan itu bukan sekadar doa, melainkan seruan sunyi agar anak-anak korban bencana tidak menjadi korban kedua kalinya—yakni kehilangan masa depan karena terputusnya pendidikan.
Baca Juga: Menjaga Kondisi Tetap Aman Saat Akhir Tahun, Banyuwangi Atur Strategi Besar Pengamanan Nataru 2026
Artikel Terkait
Sosialisasi Peraturan Partai 01/2025, PDI Perjuangan Banyuwangi Mantapkan Langkah ke 2029
Mine Tour PT BSI: Mahasiswa Banyuwangi Saksikan Langsung Reklamasi Progresif dan Pengelolaan Air Tambang
Kader PDIP Desi Prakasiwi Loyal, Anton : Pantas Duduk Di Pengurus KSB PDIP Banyuwangi
Cegah Bencana Hidrometeorologi, Perhutani dan PT BSI Gelar Penanaman Bibit Massal di Pesanggaran
Jadi Jujugan Libur Nataru, Banyuwangi Gelar Rakor Pengamanan Lintas Sektor