Banyuwangi, Storyjatim.com – Suasana semangat penuh penasaran tampak ketika rombongan Komite Mahasiswa Diaspora Banyuwangi memulai perjalanan mine tour alias safari keliling di kawasan tambang emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI).
Ya, kegiatan yang berlangsung pada Senin (1/12/2025) kemarin, ini menjadi kesempatan apik bagi para mahasiswa Banyuwangi yang kuliah di luar daerah untuk melihat langsung bagaimana industri tambang dikelola secara berkelanjutan di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur itu.
Setibanya di area tambang, para mahasiswa langsung merasakan ketatnya standar keselamatan. Identitas seluruh peserta dicek satu per satu sebelum mereka mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap berupa helm, kacamata, rompi, dan sepatu keselamatan.
Dapat Edukasi dvan Pengenalan Perusahaan
Perjalanan diawali dengan sesi edukasi dan pengenalan tambang emas anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk ini di Auditorium Perak PT BSI. Di sini, mahasiswa disambut hangat oleh Compliance Department Manager PT BSI, Iwa Mulyawan, Senior Manager Mining, Rudi Fitrianto, Asset Protection Superintendent, Hadi Sunarto Wibowo, serta Communication Supervisor, Dian Septi.
Baca Juga: Sosialisasi Peraturan Partai 01/2025, PDI Perjuangan Banyuwangi Mantapkan Langkah ke 2029
Dalam sesi pengenalan perusahaan, Senior Manager Mining PT BSI, Rudi Fitrianto, memberikan gambaran umum mengenai operasi tambang emas.
Rudi memaparkan bahwa tambang emas Tumpang Pitu memiliki wilayah konsesi seluas 4.998 hektare, dan sekitar 1.115 hektare di antaranya telah dimanfaatkan sebagai area operasi.
“Target produksi kami tahun ini mencapai 85.000 ounce emas. Secara keseluruhan, ada sekitar 25 juta ton material movemnet, dengan 8,5 juta ton ore yang mengandung mineral di dalamnya,” terang Rudi di hadapan para mahasiswa.
Dijelaskan Rudi, kadar emas yang ditambang tak selalu tinggi, sehingga proses ekstraksi membutuhkan teknologi dan manajemen yang solid. Ore alias batuan atau mineral yang mengandung unsur berharga yang ditambang rata-rata memiliki kadar 0,45 gram per ton.
“Maka jangan membayangkan tambang menghasilkan jutaan ton emas begitu saja. Prosesnya panjang, penuh perhitungan, dan tentu saja mengutamakan keselamatan,” jelasnya.
Mengintip Operasi Tambang dari Ketinggian
Usai sesi pemaparan, rombongan bersiap menuju area operasional tambang. Dengan menggunakan bus khusus, mereka melintasi jalur berkelok khas kawasan tambang, sesekali berpapasan dengan truk-truk raksasa yang beroperasi, hingga akhirnya tiba di View Point yang berada di ketinggian 420 mdpl.
Begitu turun dari bus, decak kagum langsung terdengar. Hamparan laut biru membentang luas. Dan dari titik inilah, mahasiswa bisa melihat aktivitas tambang dari sudut pandang strategis.
Di View Point, Rudi kembali memberikan penjelasan teknis yang lebih detail. Tambang emas PT BSI memiliki tantangan unik karena lokasinya berdekatan dengan kawasan permukiman dan wisata. Karena itu, perusahaan wajib mematuhi standar ketat dalam Good Mining Practice alias kaidah penambangan yang baik dan bertanggung jawab.
Artikel Terkait
Gelar Upacara HUT Korpri Ke 54, Bawaslu Banyuwangi Tekankan Integritas ASN
Bawaslu Banyuwangi Ditetapkan sebagai Satuan Kerja (Satker) Unit Kerja Mandiri
PT BSI Kirim 7 Relawan ERT ke Tapanuli Selatan, Percepat Penanganan Bencana Banjir
7 Petinggi Partai Gerindra Berkunjung Ke Banyuwangi, Ada Apa?
Konten Tanpa Busana Sambil Lecehkan Al-Qur'an Hebohkan Medsos, Polisi Amankan Remaja Banyuwangi
Akademisi Soroti Kekosongan Tata Kelola di Pesanggaran: Tambang Ilegal Dianggap Lebih Merusak dari BSI