Storyjatim.com - Partisipasi dalam proses demokrasi, terutama sebagai anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), seringkali dianggap sebagai bentuk pengabdian yang mulia terhadap negara.
Namun, di balik keramaian pemilihan umum, tersembunyi cerita-cerita yang jarang terungkap, seperti pengalaman seorang mahasiswa yang mengalami gangguan jiwa setelah terlibat sebagai anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).
Kisah tragis seorang mahasiswa yang mengalami gangguan jiwa setelah menjadi anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) telah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Baca Juga: Niat Puasa Ramadhan Yang Perlu Diperhatikan Oleh Umat Muslim, Berikut Saran Dari Beberapa Mazhab
Partisipasi dalam proses demokrasi, yang sering dianggap sebagai bentuk pengabdian yang mulia, telah membawa dampak yang sangat berat bagi mahasiswa tersebut.
Siapakah sosok mahasiswa ini? Mahasiswa ini berinisial MAH yang merupakan Pria asal Pati bagian Utara. Mahasiswa yang juga merupakan anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) ini kini menjalani perawatan di Bangsal tersendiri di Ruang Sakura RSUD RAA Soewondo Pati, Jawa Tengah.
Diduga, beban tugas yang harus dipikulnya sebagai anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang bersamaan dengan tugas-tugas akademik, seperti menyelesaikan skripsi, telah membuatnya jatuh dalam keadaan stres dan kelelahan yang mengancam jiwa. Hal ini mengarah pada tindakan menyakiti diri sendiri dan bahkan mencoba bunuh diri.
Dr. Muslihin yang merupakan Wadir Pelayanan RSUD RAA Soewonndo Pati mengatakan bahwa “beliau (Mahasiswa tersebut) yang sakit ini seorang mahasiswa yang menurut keterangan keluarga tersebut bahwa beliau baru saja mengerjakan tugas kampusnya yang mungkin cukup berat, mungkin skripsi, persentasi atau yang lainnya.
Yang kemudian kebetulan bersamaan dengan tugasnya sebagai KPPS. Seperti yang kita tahu di KPPS itu fisik maupun mentalnya harus kuat.
Sejak dirawat di RSUD Soewondo Pati sejak 23-29 Februari 2024 kondisinya tidak kunjung stabil, mahasiswa tersebut rencananya akan di rujuk di RSUD Dokter Karya di Semarang.
Bahkan Tak hanya di Pati, kasus serupa juga terjadi di Garut Jawa Barat, di kabarkan petugas KPPS yang mengalami depresi usai mendapatkan tekanan dari pemantau saat proses perhitungan suara berlangsung itu juga dibenarkan oleh ketua KPU Garut Dian Hasanudin.
Ia mengatakan menurut informasi jika anggota KPPS tersebut diduga mengalami depresi usai hari pencoblosan.
Petugas KPPS yang diduga depresi tiga hati setelah hari pencoblosan itu kink telah mendapatkan perawatan intensif dirumah sakit jiwa yang ada di Bandung.
Penulis : DEWI
Artikel Terkait
Cawapres 03 Mahfud MD Resmi Mundur, Hal Itu Dikarenakan Hindari Konflik Politik Pilpres 2024, Siapa Penggantinya?
Megawati Soekarnoputri Beri Pesan Penting Dalam Memilih Pemimpin Kepada Puluhan Ribu Pendukung Ganjar-Mahfud Di Banyuwangi
Memasuki Masa Tenang Dalam Kampanye Pemilu, Ketua DPD PDI Perjuangan Berikan Pesan Kepada Semua Kader : Awas Jangan Lengah
H-1 Pemilihan Umum 2024, PDI Perjuangan Jatim Ingatkan Masyarakat Untuk Datang Ke TPS Terdekat
241.332 Saksi Terlatih Dari PDI Perjuangan di Jatim Siap Kawal Suara Ganjar Mahfud Di TPS