“Saya sangat bersyukur, ini adalah berkat doa kedua orang tua dan keluarga. Saya berterima kasih atas dukungan merekalah saya bisa mencapai ini,” ungkap Feni.
Feni mengungkapkan, selama mengikuti pendidikan di Poltekip, dia harus bekerja keras menyesuaikan dengan lingkungan dan juga harus belajar keras untuk mengikuti semua mata kuliah yang diberikan. Dengan semangat dan kesungguhan dalam mengikuti proses belajar mengajar, akhirnya ia bisa menyelesaikan pendidikan dengan nilai yang baik.
“Saya ingin menjadi abdi negara yang dapat melindungi dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” terangnya.
Dikutip dari laman Kemenkumham, kegiatan puncak dari proses belajar mengajar selama empat tahun mengikuti proses pendidikan di Poltekip dan Poltekim, Badan Pengembangan Sumber daya Manusia Hukum dan HAM (BPSDM) tahun 2023 mewisuda 310 orang lulusan Poltekip angkatan 54 dan 295 orang lulusan Poltekim angkatan 22.
Sebanyak 310 lulusan yang diwisuda dalam program Diploma IV Poltekip, terdiri dari 96 orang dari Program Studi (Prodi) Manajemen Pemasyarakatan, 117 orang dari Prodi Teknik Pemasyarakatan dan 97 orang dari Prodi Bimbingan Kemasyarakatan.
Sedangkan 295 orang lulusan yang diwisuda dalam program Diploma IV Poltekim, terdiri dari 42 orang Prodi Manajemen Teknologi Keimigrasian, 89 orang Prodi Administrasi Keimigrasian dan 164 orang dari Prodi Hukum Keimigrasian.
Keberhasilan Feni Adi Saputra anak dari pasangan Ponimin dan Alfiyati asal Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, Jawa Timur, bisa menjadi inspirasi bagi para generasi muda, bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita memiliki tekad dan kemauan yang kuat untuk meraih cita-cita. (*)
Artikel Terkait
Menjadi PerusahaanDengan Rating Tertinggi Di Indonesia, MSCI Umumkan PT Merdeka Copper Gold Tbk Rating A
Kisah Inspiratif Anak Tukang Besi Berhasil Sabet Gelar Sarjana Dengan Nilai Terbaik
Gempa Bumi Guncang Kabupaten Bandung, Disini Titik Koordinatnya, Wilayah Tetangga Terkena Dampak
Banyak Baliho Di Copot, Gambar Kaesang Membawa Boneka Justru Luput Dari Penertiban, Kenapa Ya..?
Jelang Pilpres 2024, Pemerintah Angkat 3 Juta Honorer Langsung Jadi ASN