Tradisi Kembang Endhog Dalam Peringatan Maulid Nabi Ternyata Diciptakan Ulama Besar Banyuwangi

photo author
Abdul Konik, Story Jatim
- Kamis, 28 September 2023 | 19:37 WIB
Tradisi Unik Kembang Endhog Maulid Nabi Berasal Dari Banyuwangi, Diciptakan Ulama Besar Blambangan, Begini Filosofinya
Tradisi Unik Kembang Endhog Maulid Nabi Berasal Dari Banyuwangi, Diciptakan Ulama Besar Blambangan, Begini Filosofinya

Storyjatim.com - Banyuwangi memang memiliki tradisi yang berbeda dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yakni dikenal dengan tradisi Kembang endhog.

Kembang endhog sendiri diketahui berasal dari Banyuwangi, yang diciptakan oleh ulama besar kota Blambangan.

Baca Juga: Khutbah Jumat di Bulan Maulid Nabi, Tema Kelahiran Sang Pembawa Rahmat

Namun semakin berkembangnya zaman kini hampir di seluruh Indonesia memakai tradisi Kembang Endhog.

Bahkan Kembang Endhog dapat diklaim sebagai simbol dari Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tradisi Kembang Endhog sendiri berawal pada Maulid Nabi di Banyuwangi dimulai antara tahun 1926 oleh Mbah Yai Abdullah Fakih dari Desa Cemoro Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi, tradisi tersebut konon mengandung makna yang dalam.

Biasanya ribuan telur yang dihias dalam potongan bambu kecil dibungkus dengan kertas warna warni, dan dibentuk hingga menyerupai bunga. Lalu ditancapkan di batang pohon pisang atau gedebog. lemudian saat acara Maulid Nabi dilaksanakan maka telur di arak keliling kampung. Biasanya satu gedebog berisikan 80 telur.

Tak hanya itu, saat warga mengarak telur keliling kampung itu juga di iringi dengan membaca solawat nabi di Masjid.

Hal itu dilakukan untuk menghormati kelahiran Baginda Nabi.

Dikutip dari beberabagai sumber adapun filosofi yang terkandung dalam tradisi Kembang Endhog ini yakni, telur sebagai simbol terdiri dari tiga lapis, yakni kulit, putih telur dan kuning telur.

Kulit telur diibaratkan sebagai lambang keislaman sebagai identitas seorang muslim.

Baca Juga: MUI Banyuwangi Haramkan Pawai Ogoh Ogoh, Kades Macan Putih : Jangan Salah Paham Dulu

Putih telur, melambangkan keimanan, yang berarti seorang yang beragama Islam harus memiliki keimanan yakni mempercayai dan melaksanakan perintah Allah SWT.

Lalu kuning telur melambangkan keihsanan, memasrahkan diri dan ikhlas dengan semua ketentuan Sang Pencipta alam semesta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Konik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Presiden Prabowo Evaluasi Seluruh Direksi BUMN

Selasa, 29 April 2025 | 18:46 WIB

Sah, Menhan Lantik Deddy Corbuzier Sebagai Stafsus

Selasa, 11 Februari 2025 | 19:06 WIB
X