Artinya:
Dari Aisyah Radhiyallahu Anha, dari Nabi Muhammad beliau bersabda, “Jibril terus mewasiatkanku perihal tetangga. Hingga aku menyangka bahwa tetangga akan menjadi ahli waris.” - HR. al-Bukhari.
Baca Juga: Sering Terabaikan, Begini Cara Hitung Zakat Perdagangan
Tidak Sempurna Iman Jika Tetangga Merasa Tidak Aman
Hadis lain menyebutkan bahwa seorang muslim tidak beriman jika tetangganya merasa tidak aman dari perbuatan buruknya.
Nabi bahkan mengulang peringatan tersebut sebanyak tiga kali. Tentunya hal tersebut menunjukan betapa keras peringatan yang beliau sampaikan agar seorang muslim tidak berbuat buruk kepada tetangganya sebagaimana beliau bersabda:
وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ قِيلَ وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بوَائِقَهُ. رواه البخاري
Artinya:
“Demi Allah, tidaklah sempurna imannya, demi Allah tidaklah sempurna imannya, demi Allah tidaklah sempurna imannya.” Kemudian Rasulullah ditanya “Siapakah yang tidak sempurna imannya itu Ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Seorang yang tetangganya tidak merasa aman atas kejahatannya.” – HR. al-Bukhari.
Menyakiti Tetangga Diancam Masuk Neraka
Tidak sampai disiti, seorang Muslim yang menyakiti tetangganya juga mendapat ancaman memasuki neraka. Sebaliknya terdapat ganjaran surge bagi mereka yang berbuat baik kepada tetangganya. Nabi Muhammad bersabda:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: قِيْلَ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ فُلاَنَةَ تُصَلِّي اللَّيْلَ وَتَصُومُ النَّهَارَ وَفِي لِسَانُهَا شَيْءٌ يُؤْذِي جِيرَانَهَا سَلِيطَةٌ قَالَ: لاَ خَيْرَ فِيهَا هِيَ فِي النَّارِ وَقِيلَ لَهُ: إِنَّ فُلاَنَةَ تُصَلِّي الْمَكْتُوبَةَ وَتَصُومُ رَمَضَانَ وَتَتَصَدَّقُ بِالأَثْوَارِ وَلَيْسَ لَهَا شَيْءٌ غَيْرُهُ وَلاَ تُؤْذِي أَحَدًا قَالَ: هِيَ فِي الْجَنَّةِ. رواه الحاكم
Artinya:
Dari Abu Hurairah Radiallahu Anhu ia berkata, Dikatakan kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, Fulanah selalu shalat malam dan puasa disiang harinya, tetapi ia sering mencela tetangganya.” Rasulullah kemudian bersabda: “Ia tidak baik, ia masuk neraka.” Dikatakan kepada Rasulullah bahwa Fulanah hanya melaksanakan shalat wajib, berpuasa Ramadhan, dan bersedekah dengan secuil keju, tetapi ia tak pernah menyakiti tetangganya. Rasulullah bersabda: “Ia masuk surge.” – HR. al-Hakim.
Memprioritaskan Tetangga Terdekat