Demikian juga di antara fitrah yaitu lelaki suka dengan wanita. Dan ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا
“Dialah Allah yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa (dari Adam ‘Alaihis Salam) kemudian Allah ciptakan dari Adam istrinya (Hawa) agar Adam tenang dengan istrinya tersebut.” (QS. Al-A’raf[7]: 189)
Ini adalah perkara fitrah.
Kemudian juga di antara perkara fitrah adalah rasa malu. Namanya seseorang ketika terbuka auratnya, dia malu. Dan itu yang dilakukan oleh nenek moyang kita Adam dan Hawa tatkala terlihat aurat mereka. Apa kata Allah Subhanahu wa Ta’ala?
فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ
“Ketika mereka berdua memakan dari buah dari pohon tersebut yang dilarang, maka terbukalah aurat mereka. Maka mereka berdua mulai mengambil daun-daun yang ada di surga untuk menutup aurat mereka.” (QS. Tha Ha[20]: 121)
Kenapa demikian? Yaitu karena fitrah malu jika auratnya terbuka dan terlihat. Rasa malu ini fitrah dari sananya.