Kisah Gandrung Lilik Banyuwangi Seorang Mahkota Blambangan Menjadi Budak Tuan

photo author
Abdul Konik, Story Jatim
- Selasa, 15 November 2022 | 19:37 WIB
Kisah Gandrung Lilik Banyuwangi Seorang Mahkota Blambangan menjadi Budak Tuan
Kisah Gandrung Lilik Banyuwangi Seorang Mahkota Blambangan menjadi Budak Tuan

Mulai dari situ, batin Lilik pun terkoyak. Dia memberontak dan berupaya kabur dari cengkraman bengis para juragan.

Baca Juga: Moment Haru Usai Festival Gandrung Sewu, Bupati Banyuwangi Berikan Semangat Ke 1.248 Penari

Lilik berhasil lolos dan pulang ke rumah keluarganya yang berada di Gumirih. Tahu, mesin penghasil uangnya kabur, B lantas mencoba menjemput paksa.

 

Kala itu, Lilik disembunyikan oleh pamannya. Sempat terjadi cekcok antara B dengan Paman Lilik. Hingga narasi dan ancaman saling bunuh pun terlontar. Beruntung kala itu amarah keduanya berhasil diredam.

 

Merasa sudah terlepas dari cengkeraman para Juragan, Lilik pun masih meneruskan dan menerima undangan mentas. Dia sudah mulai mengatur sendiri jadwal manggungnya.

 

"Ada mungkin waktu dua puluhan undangan yang masih saya teruskan," ujarnya.

 

Namun lagi-lagi kenyataan pahit masih harus diterima Lilik. Diam-diam Lilik masih dipantau oleh B dan M. Uang-uang hasil undangan semuanya lagi-lagi diserobot.

 

Disitulah kemudian Lilik merasa nasibnya sudah di ujung tanduk. Semenjak itu, ia memutuskan berhenti dan enggan lagi menggandrung hingga saat ini.

 

"Kadang saya curahkan semua isi hati pada saat nggending (membawakan gending). Kalau pas gendingnya sedih saya pasti nangis, merasakan penderitaan," tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Konik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X