Seperti dikutip pada buku Isun Gandrung karya Budi Osing, Lilik bercerita bahwa ia tercebur di dunia Gandrung sesaat setelah menikah. Entah tahun berapa, namun kala itu usia perkawinan masih belum genap 1 bulan.
Kala itu dia didatangi oleh tetangganya yang berinisial B. Pria itu yang kemudian menjadi juragannya.
"Saya diajak bapak itu, awalnya dia tahu qiroah saya. Kata dia suaranya enak. Terus katanya mau dijadikan Gandrung," ujar Lilik.
Saat pertemuan itu Lilik kemudian disuguhi buah nangka. Selepas memakan itu Lilik mengaku hilang kesadaran. Disitu keanehan mulai dirasakan Lilik.
Hal aneh pertama, dia lupa dengan suaminya. Bahkan tak lama berselang rumah tangga yang masih seumur jagung akhirnya hancur. Kuat dugaan bahwa Lilik telah diguna-guna.
"Kaya dibuat bodoh gitu. Sampai saya cerai ya juga ulah dia (pria berinisial B)," kata Lilik.
Pasca perceraian itulah perjalanan Gandrung Lilik dimulai. Oleh B, Lilik selanjutnya dibawa ke Desa Mangir, Rogojampi.
Di situ Lilik kemudian diserahkan kepada perempuan berinisial M. Sosok yang kemudian turut memberi warna kelam bagi kehidupan Lilik. Disitu kemudian Lilik diharuskan belajar Nggandrung.
Artikel Terkait
Latihan Tari Gandrung Polwan Polresta Banyuwangi Persiapkan HUT Ke-74 di Polda Jatim
Grup Lawak PKH Minta Makam Mbah Marsan Untuk Dijadikan Situs Sejarah Gandrung Di Singojuruh Banyuwangi
Moment Haru Usai Festival Gandrung Sewu, Bupati Banyuwangi Berikan Semangat Ke 1.248 Penari
Di balik suksesnya Gandrung Sewu Di Banyuwangi, Bagaimana Nasib Gandrung Terob?